Semua Berita

PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) kembali menorehkan prestasi, kali ini dari ajang BUMN Marketeers Award 2021, yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu, 9 Juni 2021. Adapun penghargaan yang berhasil di raih oleh ICON+ yakni penghargaan Silver Winner untuk Kategori Anak Perusahaan “The Most Entrepreneurial SOE”.

Dalam kesempatan virtual tersebut, hadir Direktur Electricity and Wholesale Business ICON+ Ignatius Rendroyoko.

BUMN Marketeers Award merupakan penghargaan di bidang marketing yang diselenggarakan oleh MarkPlus. Acara ini merupakan salah satu acara dari rangkaian Jakarta Marketing Week yang pada 2021 ini memasuki penyelenggaraan kesembilan. Pada tahun ini, BUMN Marketeers Award 2021 mengangkat tema Digital Transformation in Marketing.

Dalam mengikuti ajang penghargaan ini, para peserta harus melewati proses penjurian yang terbilang ketat. Juri-juri sendiri berasal dari Jakarta CMO Club, Indonesia Marketing Association (IMA), dan International Council for Small Business (ICSB) Indonesia. Seluruh unsur juri tidak boleh berasal dari BUMN, anak BUMN, maupun BUMD.

Hermawan Kertajaya, Founder and Chairman Markplus, selama proses penjurian, umumnya para juri dibuat kagum dengan berbagai inisiatif transformasi digital yang telah dilakukan oleh BUMN, anak BUMN, maupun BUMD. Meski kerap luput dari perhatian, banyak BUMN, anak BUMN, dan BUMN yang gigih menjaga relevansi usaha mereka di masa depan dengan melakukan transformasi bisnis dan berbasis digital.

“Mestinya perusahaan-perusahaan Indonesia, khususnya BUMN, anak BUMN, dan BUMD, tidak perlu inferior. Mereka bisa melakukan kreativitas, inovasi, sesuai dengan tuntutan situasi persaingan, sekalipun mereka menghadapi keterbatasan dalam dan tenaga. Ini berarti entrepreneurship berkembang baik dan leadership berjalan dengan baik di tengah tantangan bisnis karena COVID-19,” ucap Hermawan.

Selain meraih penghargaan, dalam rangkaian Jakarta Marketing Week, ICON+ juga berkesempatan untuk menjadi salah satu pengisi materi dalam sesi diskusi. Ignatius Rendroyoko dalam kesempatan tersebut memaparkan bagaimana ICON+ menghadirkan konektivitas sebagai pendukung utama transformasi di bidang utilitas, dalam hal ini ketenagalistrikan, mulai dari pembangkitan tenaga listrik hingga distribusi atau penyaluran.

Namun demikian, Yoko mengatakan, sejatinya transformasi digital telah menjadi kebutuhan hampir di segala lini, terlebih saat pandemi melanda. Untuk itu, Yoko menyebutkan ICON+ akan selalu berada di barisan terdepan untuk menjadi penyedia solusi TIK terkemuka di Tanah Air.

Keandalan ICON+ dalam memberikan pelayanan pusat panggilan (call center) bagi pelanggan tak henti menuai penghargaan. Sebagai garda terdepan pelayanan kepada pelanggan, Contact Center PLN 123 yang dikelola ICON+ kembali menorehkan penghargaan. Catatan keberhasilan ICON+ kali ini diraih pada ajang Contact Center Service Excellence Award (CCSEA) 2021.

Dalam ajang penghargaan yang dilaksanakan secara virtual pada Jumat, 26 Februari 2021, ICON+ berhasil mencatatkan kemenangan pada tiga kategori sekaligus. ICON+ berhasil menempati peringkat ke-3 pada kategori Layanan Call Center dengan Grade Excellent. Sementara pada kategori Layanan Email, ICON+ menempati peringkat ke-5 dengan Grade Good dan peringkat ke-8 dalam kategori Layanan Twitter dengan Grade Good.

Penghargaan yang berhasil diraih ICON+ ini merupakan apresiasi atas kinerja terbaik perusahaan dalam memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik kepada pelanggan PLN melalui CC PLN 123. CC PLN 123 yang dikelola ICON+ sejak semula dihadirkan dengan tujuan memberikan kemudahan untuk menerima, menanggapi, dan memberikan solusi untuk setiap pertanyaan, permintaan, serta pengaduan, baik dari pelanggan maupun calon pelanggan terkait dengan produk atau layanan PLN.

CCSEA merupakan ajang penghargaan bergengsi bagi Call Center di Tanah Air yang diselenggarakan oleh Majalah Merketing bekerja sama dengan Carre – CCSL (Center for Customer Satisfaction and Loyalty). Penghargaan diberikan berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan Majalah Marketing dan Carre – CCSL sejak Januari hingga Desember 2020 terhadap ratusan call center di Tanah Air.

Sebanyak 400 call center yang dipantau berasal dari berbagai industri, mulai dari industri perbankan, jasa keuangan, otomotif, asuransi, telekomunikasi, transportasi online, sekuritas, hingga maskapai penerbangan. Penilaian terhadap kinerja 400 contact center ini dilakukan dengan experience audit ke call center, customer service, email center, Twitter dan chat.

 

Pacitan, Jawa Timur, merupakan daeh ujung barat dan selatan di Jawa Timur. Kerjasama yang sudah ada saat ini adalah guna mempercepat pengimplementasian smart city di pacitan.

Demi memaksimalkan dampak kerja sama, ICON+ yang di wakili oleh PLT General Manager ICON+ SBU Regional Jawa Bagian Timur, AGus Widya Santoso melakukan audiensi kepada ketua DPRD Pacitan, dan KH Fuad Habib Dimyathi, Pimpinan Ponpes Tremas, Ponpes tertua di Pacitan pada 28 Mei 2021.

Dalam audiensi tersebut Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono menyampaikan bahwa saat ini Pacitan telah ditunjuk menjadi salah satu Kabupaten dari 18 Kabupaten di Jawa Timur untuk percepatan implementasi Smart City, sehingga ICON+ diharapkan dapat mendukung jaringan dan konten yang dapat mendukung Smart City sehingga membawa dampak positif untuk masyarakat.

Agus Widya Santoso menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, ICON+ saat ini telah menjadi pendukung jaringan Internet di Pemda, serta dengan jaringan ICON+ dan pemanfaatan ROW tiang PLN, ICON+ siap mendukung jaringan dan konten hingga ke Desa-Desa, serta berkolaborasi dengan mitra daerah dan BUMDES untuk memjudkan dampak positif lebih luas.  Sehingga dalam semester 2 tahun 2021 ini, diharapkan dapat terwujud 25 Desa Digital guna mendukung implementasi Smart City tersebut.

ICON+ SBU Regional Jawa Bagian Timur menggelar Brainstroming Wawasan Desa Digital di Desa Kradegan, Kabupate Purworejo, Jawa Tengah pada Selasa, 25 Mei 2021. Acara tersebut di hadiri perwakilan dari ICON+ SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Perwakilan dari Pemerintan Kabupaten Tuban, DPMD Kabupaten Tuban serta perwakilan dari pemerintah Kabupaten Gresik, DPMD Kabupaten Gresik.

Tujuan dalam acara tersebut, salah satunya adalah untuk meningkatkan kolaborasi ICON+ dengan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Desa Digital, dengan memberdayakan potensi BUMDES dan warga daerah melalui aplikasi Ngojol.

Dalam kesempatan tersebut, PLT GM SBU Regional Jawa Bagian Timur Agus Widya Santoso menyampaikan, dengan infrastruktur yang ICON+ miliki saat ini, kerja sama yang sudah ada harus dapat memberikan dampak positif ke warga dan pemerintah daerah.

Aplikasi Ngojol yang merupakan wujud kolaborasi ICON+ SBU Regional Jawa Bagian Timur dan PT Semangat Innovasi Anak Bangsa, siap mewujudkan harapan tersebut, sehingga dapat menjadi platform transportasi online yang berkontribusi untuk daerah.

Rezha Mandala, Salah satu Kasie di DPMD Tuban, menyambut baik akan kolaborasi ICON+ untuk menghadirkan Ngojol di Tuban. Diharapkan pada Juni 2021 Ngojol telah berjalan dengan baik di di Tuban.

 

 

 

Senin, 31 Mei 2021, PT PLN (Persero) mealui anak usahanya PT Indonesia Comnets plus (ICON+) memperkenalkan ICONNET sebagai  brand  baru layanan fixed broadband internet, yang sebelumnya di kenal dengan nama Stroomnet

Acara launching yang menyerap semangat Hari Kebangkatan Nasional ini bertema ICONNET: The Metamorphosis of Stroomnet. Melalui tema tersebut, ICON+ menghadirkan semangat baru dalam memberikan kualitas layanan yang lebih baik kepada pelanggan dan tetap berkomitmen memberikan layanan internet berbasis fiber optik yang Reliable (Andal), Affordable (Terjangkau), dan Unlimited (Tanpa Batas.

Acara yang berlangsung di Auditorium Kantor Pusat PT PLN (Persero) ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini, jajaran direksi PT PLN (Persero) lainnya, sejumlah direksi anak-anak perusahaan di lingkungan PT PLN (Persero) Grup, serta Dewan Komisaris dan jajaran Direksi ICON+.

Dalam acara yang juga disiarkan secara langsung di kanal Youtube ICON+ ini, Zulkifli Zaini mengatakan kehadiran ICONNET berangkat dari itikad PLN untuk terus berkontribusi menerangi negeri. Kali ini dengan memberikan akses informasi yang cepat melalui penyediaan internet yang reliable, affordable, dan unlimited.

“Dengan sinergi antar anak perusahaan PLN, kami yakin bisa mewujudkan cita-cita mulia tersebut melalui ICONNet,” ujarnya.

 

Terjangkau dan Menjangkau

Merujuk pada data yang ada, angka pengguna fixed broadband internet di Indonesia pada 2020 hanya meningkat 3 persen, dari 12 persen menjadi 15 persen, pada 2020 lalu. Ini menjadi peluang tersendiri bagi ICONNET untuk berkontribusi dalam pasar fixed broadband internet, terutama dengan menyediakan layanan internet fiber optik yang terjangkau dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

“Kami berharap launching ICONNET ini bisa membuka jalan kita semua untuk terus berkembang dan ICONNET menjadi pilihan utama bagi pelanggan PLN,” imbuhnya.

Acara launching ICONNET juga menjadi momentum optimalisasi super apps New PLN Mobile yang kin menjanjikan pengalaman one stop service bagi para penggunanya. Disampaikan Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo New PLN Mobile yang semula hanya didesain untuk layanan terkait ketenagalistrikan, hari ini telah mampu mengakomodasi layanan internet. Para pelanggan PLN yang hendak menjadi pelanggan ICONNET, cukup melakukan registrasi di super apps New PLN Mobile.

Berangkat dari semangat itu, ICONNET mengusung tagline “ICONNET – Semua Makin Mudah”.

 

Sementara itu Direktur Utama ICON+ Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan, sebagai anak usaha PT PLN (Persero) ICON+ tak berhenti berinovasi dan terus bertumbuh mengikuti perkembangan telekomunikasi nasional dan global.

“Hal ini sejalan dengan program tol langit yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Dengan teknologi full fiberoptic yang kami miliki, kami siap menyediakan layanan internet berkualitas di seantero negeri, sehingga kehadiran kami mampu dirasakan masyarakat di negeri ini,” ujar Yuddy.

Yuddy mengutarakan keyakinannya ICONNET akan menjadi kekuatan dan semangat baru ICON+ untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan-pelanggan ICON+ maupun PLN.

ICON+ SBU Regional Jawa Bagian Timur menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dwngan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPC Kota Surabaya, terkait kerja sama dukungan semangat entrepreneur di wilayah Jawa Timur.

Penandatangan MoU tersebut dilakukan di sela – sela kegiatan IWAPI berbagi ceria untuk anak yatim pada Jumat, 7 Mei 2021. Hadir mewakili ICON+ General Manager ICON+ SBU Regional Jawa Bagian Timur Agus Widya Santoso dan Ketua IWAPI Kota Surabaya Reny Widya Lestari. Selain itu acara juga disaksikan oleh sejumlah pengusaha Surabaya.

Melalui kerja sama ini IWAPI akan mendukung ICON+ dengan memasyarakatkan produk-produk digital dari ICON+ seperti Stroomnet. Sementara ICON+ akan mendukung IWAPI untuk solusi Kartu Pintar IWAPI, serta rencana pembangunan marketplace IWAPI.

Disampaikan oleh Agus Widya Santoso, dengan adanya MoU ini diharapkan masyarakat Surabaya pada khususnya dan Jawa Timur pada umumnya dapat mengakses layanan digital yang dimiliki ICON+. Hal tersebut dikatakan Agus juga akan mendukung pengusaha-pengusaha dalam memenuhi kebutuhan internetnya, terlebih pengusaha UMKM yang belum terjangkau jaringan internet yang baik.

“Di sisi lain, ICON+ juga turut membantu perkembangan IWAPI ke arah yang lebih baik, salah satunya dengan membantu proses digitalisasi dengan Kartu Pintar IWAPI serta membuatkan marketplace IWAPI untuk memperluas jangkauan IWAPI dalam memperkenalkan produk-produk anggotanya ke masyarakat yang lebih luas, bahkan bisa menyentuh pasar yang selama ini belum dapat tersentuh baik di lingkungan nasional maupun internasional,” jelas Agus.

Sementara itu, Ketua IWAPI DPC Kota Surabaya, Reny Widya Lestari juga mengaku cukup puas dengan adanya layanan Stroomnet ICON+.

“Internet Stroomnet dari ICON+ yang didukung oleh infrastruktur PLN benar-benar memberikan pengalaman yang luar biasa, tagline Andal, Terjangkau, dan Unlimited benar-benar bukan sekedar gimmick marketing, saya merasakan tidak ada kendala sama sekali dalam beberapa kali melakukan meeting daring menggunakan Aplikasi Zoom sebanyak 4 Laptop sekaligus,” ujar Reny.

Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, telah menjalin kerja sama cukup intens dengan ICON+. Salah satunya adalah pengimplementasian smart city dan e-government,yang di antaranya melalui pemasangan 45 CCTV di berbagai penjuru Kota Samarinda untuk memantau kondisi lalu lintas, banjir, maupun keamanan kota.

Demi memaksimalkan dampak kerja sama, ICON+ yang diwakili oleh General Manager ICON+ SBU Regional Kalimantan Yan Alfino Simanjuntak melakukan audiensi kepada Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun, di Balai Kota Samarinda, Senin, 10 Mei 2021.

Dalam audiensi tersebut Wali Kota Samarinda Andi Harun mewacanakan pilot project pemasangan CCTV untuk lingkungan RT se-Kota Samarinda. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga Samarinda, dimulai dari tingkat RT.

Harun mengatakan, bila CCTV di setiap RT ini nanti berjalan, harapannya CCTV tersebut dapat terintegrasi dengan sistem yang ada di Pemerintah Kota Samarinda. “Lewat program ini Pemkot Samarinda pada intinya hendak menciptakan situasi keamanan di tingkat RT,” ujarnya.

Yan Alfino Simanjuntak menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, selama ini ICON+ telah mendukung Pemkot Samarinda dalam hal pengimplementasian smart city dan e-government. Selain menyediakan CCTV, ICON+ bahkan juga telah menyediakan fasilitas free wifi di 25 lokasi di Kota Samarinda, dua di antaranya terletak di Desa Budaya Pampang dan Kampung Tenun.

Internet Desa (Ides Cafe) yang telah hadir di sejumlah wilayah di Tanah Air, kini juga hadir di Magelang, Jawa Tengah. Kehadiran Ides Cafe di Magelang di tandai dengan peresmian Ides Cafe di kawasan wisata Ketep Pass, Kecamatan Sawangan, Pada Selasa 20 April 2021 lalu.

Hadir dalam acara peresmian tersebut Bupati Kabupaten Magelang Zaenal Arifin, Pelaksana Harian GM SBU Regional Jawa Bagian Tengah ICON+ Syam Ardhi Yanuar, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein, dan sejumlah pejabat lainnya.

Zaenal Arifin dalam sambutannya menyambut baik kehadiran Ides Cafe di wilayah yang ia pimpin. Lebih dari itu, ia berharap peresmian Ides Cafe ini menjadi awal dari kerja sama panjang Pemkab Magelang dengan ICON+ dalam menghadirkan koneksi internet di wilayah tersebut.

“Kabupaten Magelang memiliki 368 desa dan 5 kelurahan. Ada banyak sekolah. Jika memungkinkan di tempat-tempat itu bisa dipasang internet juga,” ucapnya. Mewakili Pemkab Magelang, Zaenal menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada ICON+.

Ia menambahkan, hadirnya Ides Cafe di Ketep Pass diharapkan dapat meningkatkan pelayanan, promosi wisata, dan kunjungan wisatawan ke Ketep Pass. Ketep Pass sendiri merupakan objek wisata pegunungan yang berada di Bukit Sawangan, pertengahan antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Berlokasi di ketinggian 1.200 mdpl, Ketep Pass menjadi salah satu primadona wisata di Magelang.

Sementara itu Syam Ardhi Yanuar dalam sambutannya mengatakan kerja sama yang terjalin antara ICON+ dan Pemkab Magelang diharapkan akan semakin meningkatkan kualitas komunikasi serta semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan pemerintah.

ICON+, menurut Syam, akan turut serta berkomitmen terus membangun negeri, salah satunya dengan menyediakan internet yang menjangkau dan terjangkau bagi masyarakat.

“Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, akses internet menjadi kebutuhan utama dalam setiap kegiatan masyarakat, baik pendidikan, bisnis dan UMKM, perkantoran, maupun layanan masyarakat lainnya. Kami berharap keberadaan kami akan membantu masyarakat mendapatkan pelayanan dari pemerintah,” ucap Syam.

ICON+ Kembali mengukuhkan prestasi dalam bergengsi Anugerah BUMN Award 2021 yang diselenggarakan oleh BUMN Track.Pada malam anugerah tersebut, ICON+ dinobatkan sebagai peraih penghargaan untuk kategori Strategi Bertahan dan Tumbuh Terbaik 1.

Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Electricity and Wholesale Business ICON+ Ignatius Rendroyoko. Penyerahan penghargaan disaksikan langsung oleh mantan Menteri BUMN dan Dewan Pakar BUMN Track Tanri Abeng, Pengamat Ekonomi Senior INDEF Enny Sri Hartati, Pemimpin Umum BUMN Track Ahmed Kurnia, serta CEO Nielsen Indonesia 2014-2020 & CEO BUMN Track, SH Sutarto, Kamis (8/4) di Hotel The Ritz Calton Mega Kuningan Jakarta.

Ini bukan kali pertamanya ICON+ meraih penghargaan di ajang Anugerah BUMN. Tahun lalu ICON+ juga berhasil meraih penghargaan Transformasi Organisasi dan Inovasi Bisnis untuk kategori Anak Perusahaan BUMN.

Ignatius Rendroyoko mengatakan, apresiasi ini menjadi bukti dari kerja keras dan strategi ICONers untuk menjadikan ICON+ tetap bertahan dan tumbuh di tengah kondisi pandemi COVID-19.

Ia menambahkan, strategi bisnis yang digunakan ICON+ bekerja dengan baik di lapangan dan disambut baik oleh pasar. Hal ini bisa dilihat dari progres pencapaian dari kedua pasar yang dimiliki ICON+, yakni PLN group dan publik enterprises.

“Harapannya ICON+ bisa membuka opportunity bisnis dengan kemitraan, baik dengan anak perusahaan PLN, lintas perusahan BUMN, maupun perusahaan swasta untuk bisa menyediakan layanan terbaik di bidang Information and Communication Technology (ICT). Karena saat ini masyarakat kita sedang bertransformasi menuju masyarakat yang digital, masyarakat yang menggunakan semua capability dan high technology di dunia digital, sehingga kita bisa menjadi masyarakat dengan tingkat literasi digitalisasi lebih tinggi,” jelas Rendroyoko.

Anugerah BUMN 2021 merupakan ajang penyelenggaraan tahun ke-10 oleh Majalah BUMN Track yang didukung PPM Manajemen untuk memberikan apresiasi pada BUMN agar terus berinovasi dan bertransformasi untuk kemajuan negara Indonesia.

Itikad ICON+ dalam menghadirkan koneksi internet untuk masyarakat desa tak pernah surut. Rabu (7/4) lalu, bertempat di SDN 21 dan SMPN 3 Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Internet Desa resmi diluncurkan oleh Bupati Bangka tengah Algafry Rahman dan General Manager SBU Sumatera Bagian Selatan ICON+ Enrico Batubara.

Internet desa merupakan program kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) dengan ICON+. Melalui pemasangan infrastruktur jaringan serta pemasangan kabel fiber optik sepanjang 24 kilometer dari pusat kota, koneksi internet kini mampu menjangkau daerah paling ujung Kabupaten Bateng, yakni Dusun Pangkal Raya, Desa Munggu, Kecamatan Sungaiselan.

Enrico dalam sambutannya mengatakan, infrastruktur jaringan ICON+ berupa point of presence (POP) di Bangka Tengah tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sungaiselan, Kecamatan Soekarno Hatta, Kecamatan Koba, dan Kecamatan Lubuk Besar. Konsep POP serupa dengan gardu induk PLN, semakin banyak gardu, maka semakin aman aliran listrik. Semakin banyak POP, maka semakin aman koneksi internet karena didukung banyak back up.

“ICON+ siap membantu Kabupaten Bateng mencari solusi yang efisien dan efektif. Dengan bandwidth on demand, solusi layanan internet, terutama untuk pendidikan dan ujian nasional dapat dilakukan,” ucap Enrico.

Algafry mengucap terima kasih atas kerja sama yang terjalin antara Pemda Bateng dengan ICON+. Menurutnya, pemasangan internet ini bertujuan memberi kemudahan bagi guru dan siswa SDN 21 dan SMPN 3 Sungaiselan dalam melakukan kegiatan belajar-mengajar secara online. Selain itu, sekolah kini dapat menyelenggarakan ujian nasional secara mandiri tanpa perlu lagi menumpang di sekolah lain.

“Alhamdulillah, SDN 21 dan SMPN 3 bisa mengadakan ujian nasional secara mandiri nantinya karena jaringan internet sudah masuk,” ucap Algafry.

Lebih jauh Algafry mengharapkan, akses jaringan internet yang kini hadir di Desa Munggu nantinya dapat dirasakan oleh seluruh desa di Bateng. Dengan begitu, sekolah, pemerintah desa, pelayanan publik bisa menggunakan jaringan internet untuk menuju transformasi digital.