Semua Berita

Sebagai organisasi pembelajar dan salah satu penerapan PLN SOLID, PLN Enjineering melakukan Benchmark terkait Pengelolaan SDM di ICON+ pada Senin (13/5). Sesama Anak Perusahaan PLN yang ditargetkan oleh Holding PT PLN (Persero) Kantor Pusat terkait Pengelolaan SDM, yaitu HCR OCR – HCR (Human Capital Readiness) OCR (Organization Capital Readiness).

Fransiska Widyastuti perwakilan dari SDM PLN E menyampaikan maksud dan tujuan Tim PLN E untuk melakukan benchmark terkait pengelolaan SDM di ICON+. Melalui Plt. Manager Perencanaan Sumber Daya Bisnis & Organisasi, Budi Aprianda, ICON+ menyambut baik kedatangan PLN E.

Pemaparan terkait Organisasi, pengelolaan Budaya Perusahaan dan Inovasi disampaikan oleh Adri Rizkiana Perwakilan dari Bidang Perencanaan Sumber Daya Bisnis & Organisasi, untuk pemaparan terkait jalur kepakaran, rekrut prohire, pembinaan PKWT, disampaikan oleh Susena Ages Nugraha perwakilan dari Bidang Human Capital Development.

Benchmark ini merupakan bagian dari organisasi pembelajar dan membangun sinergi antar anak perusahaan PLN Group. Diskusi terbuka untuk melihat apa yang sudah dilakukan baik di ICON+ ataupun di PLN E. Diharapkan kegiatan benchmark seperti ini tidak hanya berlangsung hanya 1 kali kegaitan saja, namun bisa dilakukan secara berkelanjutan dan sebagai opsi bisa bergantian dengan Anak Perusahaan lain yang akan menjadi tuan rumah.

Jumat, 10 Mei 2019 di ICON+ Mampang dilaksanakan kegiatan penandatangan kerja sama pengembangan informasi teknologi, sistem informasi dan komunikasi.
Perjanjian kerja sama  ini di tanda tangani langsung oleh Danu Wicaksana selaku CEO LinkAja, Head Office Bank Mandiri, Zedo Faly dan Direktur Utama ICON+, Hikmat Dradjat. Penandatangan tersebut turut disaksikan oleh Komusaris Utama ICON+, Edwin Hidayat Abdullah beserta jajaran komisaris dan direksi lainnya sebagai tanda bahwa ICON+ siap mensupport Sinergi BUMN.

Kerjasama strategis antara ICON+, LinkAja dan Bank Mandiri ini menandakan dimulainya transaksi layanan publik untuk tagihan listrik dan non tagihan listrik.  Tujuan dari kerjasama ini untuk mempermudah pelanggan melakukan pembayaran tagihan listrik melalui aplikasi linkAja yg terhubung langsung dengan gateway pembayaran ICON+.

Setelah acara penandatangan dilakukan, acara kemudian di tutup dengan foto dan dilanjutkan buka puasa bersama seluruh tamu yang hadir.

Membudayakan values Perusahaan merupakan tanggung jawab seluruh ICONers. Untuk itu, program Agent of Change (AOC) diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menerapkan Standard Behavior Icon Way ke dalam perilaku kerja sehari-hari (Integrity, Care, Openmind, Innovation, Teamwork & Excellence).

Peran Agent of Change adalah :

  1. Menjadi Role Model
  2. Menjalankan program sosialisasi budaya perusahaan yang ditetapkan Korporat
  3. Mengajak karyawan (ICONERS) untuk turut berpartisipasi dalam program sosialisasi budaya Korporat
  4. Membantu kelancaran program sosialisasi budaya perusahaan
  5. Menilai efektivitas program dan kontribusi karyawan terhadap kegiatan sosialisasi
  6. Menginisiasi kegiatan sosialisasi budaya tambahan di masing-masing unit kerja di luar kegiatan dari yang ditetapkan Korporat
  7. Menginisiasi kegiatan sosialisasi budaya di masing-masing unit kerja di luar kegiatan nasional Korporat

Sebagai corong informasi dan agen perubahan, ICON+ menggelar sosialisasi Budaya Perusahaan kepada Agent of Change di YTKI pada 2 Mei lalu. Di acara tersebut, Plt Direktur Keuangan dan SDM, Kuswowo dalam sambutannya kembali mengingatkan ICONers terhadap nilai-nilai perusahaan. Ia berharap ICONers senantiasa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam menunaikan tugas dan kewajibannya sebagai karyawan/ti ICON+.

Hal serupa juga senantiasa diingatkan oleh Plt VP HCM & K3, Purnamajati serta Sekretaris Perusahaan, Tetty Indrawati. Bahkan keduanya memberitahukan sejumlah kebijakan yang akan diterapkan ICON+ agar ICONers disiplin dalam menerapkan nilai-nilai perusahaan.

Untuk sosialisasi program budaya perusahaan melalui Agent of Change kali ini, pengelola memanfaatkan Trainer Internal untuk memberikan materi/sharing kepada AoC. Program Internalisasi Budaya Perusahaan melalui AOC ini diharapkan mampu menjadi sebuah budaya dan perilaku setiap karyawan ICON+ serta dapat menjadi identitas bagi karyawan dan Perusahaan.

Jumlah Tim AoC Periode Tahun 2019 – 2020 ini ada 61 Orang, dimana 50% terdiri dari Tim AoC sebelumnya dan 50% dari AoC yang baru yang dipilih oleh perwakilan Management sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Berikut nama Tim AoC 2019 – 2020.

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, ICON+ kembali menggelar acara Sambut Ramadhan yang bertema “Sehat Sambut Ramadhan” (3/5). Acara Sambut Ramadhan di awali dengan senam bersama sebagai salah satu bentuk persiapan memasuki bulan suci umat Islam tersebut. Senam merupakan salah satu jenis olahraga untuk menjaga tubuh tetap fit dan bugar.

Bertempat di ICON+ Mampang, Jajaran Direksi dan managemen ICON+ turut berbaur mengikuti setiap gerakan instruktur senam dengan energik. Usai mengikuti senam,  ICONers diundang untuk memasuki Aula ICON+ Mampang guna mengikuti acara selanjutnya. Acara diawali dengan merayakan hari ulang tahun ICONers yang lahir periode akhir April hingga Awal Mei.

Plt Direktur Keuangan & SDM ICON+, Kuswowo dalam sambutannya mengajak ICONers untuk menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita. “Mudah-mudahan dengan Ramadhan, ICONers tidak mengalami penurunan kinerja dalam mencapai target perusahaan” harapnya.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Kuswowo untuk menyampaikan pencapaian perusahaan di tahun 2018 sebagai refleksi kinerja ICONers. Dalam penjelasannya, Kuswowo mengapresiasi capaian perusahaan yang menurutnya merupakan hasil dari kerja keras dan kerja cerdas ICONers.

“Secara audited, kinerja kita lebih baik dari kompetitor. Kita masih memiliki kemampuan untuk tumbuh karena pasar ICT masih luas” ujarnya penuh optimisme.

Sementara itu Plt Direktur Perencanaan dan Operasi Jaringan, Zulheldi dalam sambutannya juga menyampaikan permohonan maaf dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Ia berharap, ICONers sama-sama melapangkan hati agar ibadah Ramadhan berjalan lancar dan khusyuk.

Sebagai nahkoda perencanaan, Zulheldi menghimbau kepada ICONers untuk membuat perencanaan yang baik sebelum membelanjakan uang perusahaan. “Saat ini, ICON+ sudah banyak membuat inovasi dan kita akan menjaga agar budaya inovasi ini terus terjaga” ucapnya.

Pertemuan ini pun menjadi media dialog managemen dan ICONers yang memanfaatkan kesempatan ini untuk  melontarkan sejumlah pertanyaan terkait kebijakan maupun rencana perusahaan ke depan.

Di  ujung acara, ICONers saling bersalam-salaman sebagai bentuk memohon dan memberi maaf agar dapat menyambut Ramadhan dengan kesehatan Jasmani dan Rohani.

Sebagai salah satu bentuk CSR, ICON+ mempersilahkan kehadiran Mahasiswa/i Universitas Budi Luhur untuk meninjau langsung ke ‘dapur’ ICON+ di Gandul (29/4). Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan CSR ICON+ dalam bidang pendidikan, yaitu dengan memberikan kesempatan pada pelajar dan mahasiswa/i untuk melihat dan mempelajari langsung berbagai alat dan proses bisnis di ICON+.

Kedatangan 48 mahasiswa yang didampingi oleh 2 dosen pembimbing tersebut disambut hangat oleh GM SBS Infrastruktur, Sri Hadi Agustama beserta ICONers lainnya.

“Ilmu yang dikampus saat ini mudah kita dapatkan di internet, tapi praktiknya akan ada di industri. Jadi agar semibang, semua ilmu perlu kita update.” Ujar Sri Hadi dalam kata sambutannya.

Selain itu, Mahasiswa/i juga mendapat info dan pengetahuan seputar NOC yang disampaikan oleh Fendi. Sementara pemaparan mengenai Contact Center ICON+ dan CCTR PLN 123 disampaikan oleh Koordinatoor CC, Kuwat Adiyanto dan OM System CC Pusat, Yoga Yudhistira .

Selama kunjungan, mahasiswa/i Teknik Informasi tersebut terlihat antusias melontarkan berbagai pertanyaan terkait dengan kecanggihan aplikasi yang diimplementasikan di ICON+ seperti aplikasi terpusat di CCTR PLN 123. Setelah menerima berbagai pemaparan, seluruh peserta kunjungan di ajak untuk melihat langsung ruang Data Center, NOC dan Contact Center ICON+ .

Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities (HAPUA) merupakan asosiasi perusahaan dan otoritas kelistrikan di 10 negara ASEAN yang dihadiri para Sekretariat Negara dan Working Group HAPUA. Acara yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) tersebut pada tahun ini dihadiri oleh 6 negara ASEAN, diantaranya Indonesia, Laos, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam (23-24/4)

HAPUA secara rutin melaksanakan berbagai program kerja sama antar anggota dan partner di luar kawasan ASEAN untuk berbagi pengetahuan dan pelaksanaan penugasan pemerintah. Saat ini, HAPUA mendapatkan penugasan Pemerintah untuk melaksanakan tiga studi yaitu, ASEAN Power Generation and Transmission Planning (AGTP) & ASEAN Transmission System Operator (ATSO), ASEAN Multilateral Power Trade, dan ASEAN Integration Masterplan Study (AIMS).

Di tahun ini, Yogyakarta di pilih menjadi tempat di selenggarakannya Working Group Hapua. Sebagai tuan rumah, PLN selaku penyelanggara memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan kearifan dan keramahan Kota Yogyakarta.

Pada kesempatan kali ini, ICON+ menampilkan dua aplikasi yang sukses mendigitalisasi proses bisnis PLN dan meningkatkan kecepatan pelayanan terhadap pelanggan yaitu FSO (Field Service Order) dan APKT. Hanya dengan menggunakan satu aplikasi FSO, petugas PLN dapat memperoleh informasi lengkap mengenai permohonan pelanggan mulai dari jumlah perlengkapan yang dibutuhkan hingga alamat calon pelanggan sehingga proses pasang baru lebih cepat dan mudah dilakukan. Sementara itu APKT merupakan aplikasi penanganan pengaduan keluhan dan gangguan pelanggan. Dengan APKT, petugas PLN dapat dengan cepat merespon pengaduan pelanggan.

Memaparkan materi berjudul ICON+ Products and Support System for the Electricity Utility, GM SSU TIK Publik, Wahyu Haris Kusumaatmadja menjawab keingintahuan delegasi HAPUA mengenai Integration of The Customer Management System dan Future System Integration. Seluruh delegasi HAPUA juga diundang untuk melihat pemasangan listrik di rumah pelanggan melalui live streaming di Kantor UP3 Yogyakarta.

Acara ini dibuka oleh GM PLN Distribusi Jateng & DIY, Agung Nugraha dan Plt Direktur Utama ICON+, Hikmat Dradjat. Selain itu, nampak juga menghadiri acara Vice President Expert Development & PLN Agung Siswanto. Acara HAPUA Working Group 5 ini merupakan hasil kerjasama antara PLN Pusdiklat dan ICON+.

 

 

 

 

Kamis, 25 April 2019 lalu bertempat di Kota Makassar, PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) resmi meluncurkan aplikasi kasir berbasis online yang dinamai AIRSale. Launching dihadiri beberapa pelaku usaha, Pemerintah Kota dan Kabupaten Se Sulawesi Selatan, Diskominfo Se-Sulawesi Selatan serta PLN UIW, UIP dan PLN se-Sektor Selatan.

AIRSale adalah sebuah aplikasi yang dibangun untuk mempertemukan kemudahan antara pembeli, pemilik bisnis dan pemerintah daerah pada transaksi retail.
Pemilik Bisnis dapat secara efektif melakukan penyesuaian pada tempat bisnisnya secara langsung, sehingga dapat memberikan ketepatan dan transparansi pelaporan pajak kepada pihak pemerintah daerah.

Launching AIRSale diresmikan oleh Plt Direktur Keuangan dan SDM ICON+, Kuswowo bersama Wahyu Setiabudi selaku GM ICON+ SBU Makassar. “AIRSale adalah salah satu inovasi hasil karya ICONers. Aplikasi ini dapat memberikan transparansi baik bagi hotel, warung, atau cafe. Dengan AIRSale dapat memonitor pendapatan daerah dari warung atau cafe,” kata Kuswowo.

Wahyu Setiabudi menambahkan, AIRSale hadir untuk membantu pemilik resto, hotel, atau cafe-cafe kecil sehingga mereka memiliki cash register manajemen untuk mengatur semua transaksi keuangan yang terjadi. Selain itu, pemilik merchant juga dapat mengontrol produk mereka dengan baik, untuk menghindari produksi yang tidak tepat sasaran.

“Target kami lebih 1000 merchant, di sini ada enam provinsi, minimal 100-200 merchant per provinsi.  Makassar merupakan yang pertama di Sulawesi dan sudah di implementasikan di 3 resto. Makassar merupakan kota setelah Kab Langsa, Aceh kemudian Kab Wonosobo dan Banyuwangi” ujar Wahyu Setiabudi.

Acara di tutup dengan demo AirSale di Cafe Taj Mahal yang merupakan salah satu mitra bisnis yang sudah menggunakan AIRSale.

Dalam rangka mengawasi jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Dinas Komunikasi dan Informatika kota samarinda melakukan video conference di Ruangan Command Center, Kota Samarinda (18/4).

Ditempat berbeda, Dinas Komunikasi dan Informatika provinsi Kalimantan Timur melakukan video conference dengan agenda memantau jalannya Pemilihan Umum 2019 disetiap kota dan kabupaten di Kalimantan Timur. Bertempat di Kantor Gubernur, Vicon berlangsung lancar dengan dukungan jaringan handal dari ICON+.

Video conference didampingi oleh Walikota Samarinda, Syaharie Ja’ang. Selain itu, ICON+ turut mendampingi dan memantau jalannya vicon langsung oleh Rudy Mulyadi selaku Manager Divisi Pendapatan dan Pemasaran SBU Regional Balikpapan dan Indarto Adiguno selaku Manager Kantor Perwakilan Samarinda.

Acara ini dimanfaatkan ICON+ untuk memperat hubungan dengan pelanggan Pemerintahan Kota Samarinda dan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur

Dalam rangka meningkatkan kerjasama antar praktisi Contact Center, ICCA (Indonesia Contact Center Association) melakukan site visit ke Contact Center PLN 123 Jakarta yang berada di Kantor PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Gambir, Jakarta Pusat (12/4). Kunjungan yang dihadiri oleh kurang lebih 30 orang tersebut terdiri dari praktisi Contact Center dari beberapa perusahaan di antaranya BCA, Mandiri, OJK, JNE dan lain-lain.

GM SBS Ketenagalistrikan ICON+, Hermawan Asmoko bersama Desi Wulandari selaku DM Mekanisme Niaga PLN Disjaya menyambut hangat kehadiran rombongan ICCA yang diketua oleh Andi Anugerah tersebut. Pada kunjungan tersebut, ICON+ berbagi sejumah informasi mengenai proses bisnis dan strategi pengelolaan Contact Center PLN 123 hingga berhasil mengelola jutaan call setiap hari.

Dalam sambutannya, Hermawan Asmoko kembali menceritakan transformasi Contact Center PLN 123 yang sebelumnya merupakan layanan per regional atau per kantor Distribusi atau Wilayah PLN, dengan peran ICON+ saat ini seluruh Site CC PLN 123 telah terintegrasi.

Andi Anugerah dalam sambutannya mengaku sepakat dengan yang disampaikan Hermawan Asmoko tersebut. “PLN 123 saat ini telah melakukan berbagai macam perubahan signifikan yang positif. Saya juga turut berperan menjadi saksi sekaligus membangun PLN 123 dengan 2 kali melakukan audit di PLN 123” ujarnya.

Pada kesempatan ini, tampil juga memaparkan presentasi Arief Kendy Nasution sebagai salah satu pemenang The Best Contact Center Indonesia kategori Silver Medal Best Of The Best Supervisor. Resti Rosmiati selaku PLT Supervisor Quality Assurance Contact Center PLN 123 memparkan presentasi yang berjudul CC PLN 123 : World Class Services. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi media diskusi sekaligus sharing informasi untuk meningkatkan kinerja dan citra Contact Center di masing-masing perusahaan.

Sebagai agenda penutup, ICCA dihibur oleh penampilan tarian dan nyanyian  yang di persembahkan oleh beberapa agent Contact Center PLN 123.

 

                Dalam rangka meningkatkan kerjasama antar praktisi Contact Center, ICCA (Indonesia Contact Center Association) melakukan site visit ke Contact Center PLN 123 Jakarta yang berada di Kantor PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Gambir, Jakarta Pusat (12/4). Kunjungan yang dihadiri oleh kurang lebih 30 orang tersebut terdiri dari praktisi Contact Center dari beberapa perusahaan di antaranya BCA, Mandiri, OJK, JNE dan lain-lain.

GM SBS Ketenagalistrikan ICON+, Hermawan Asmoko bersama Desi Wulandari selaku DM Mekanisme Niaga PLN Disjaya menyambut hangat kehadiran rombongan ICCA yang diketua oleh Andi Anugerah tersebut. Pada kunjungan tersebut, ICON+ berbagi sejumah informasi mengenai proses bisnis dan strategi pengelolaan Contact Center PLN 123 hingga berhasil mengelola jutaan call setiap hari.

Dalam sambutannya, Hermawan Asmoko kembali menceritakan transformasi Contact Center PLN 123 yang sebelumnya merupakan layanan per regional atau per kantor Distribusi atau Wilayah PLN, dengan peran ICON+ saat ini seluruh Site CC PLN 123 telah terintegrasi.

Andi Anugerah dalam sambutannya mengaku sepakat dengan yang disampaikan Hermawan Asmoko tersebut. “PLN 123 saat ini telah melakukan berbagai macam perubahan signifikan yang positif. Saya juga turut berperan menjadi saksi sekaligus membangun PLN 123 dengan 2 kali melakukan audit di PLN 123” ujarnya.

Pada kesempatan ini, tampil juga memaparkan presentasi Arief Kendy Nasution sebagai salah satu pemenang The Best Contact Center Indonesia kategori Silver Medal Best Of The Best Supervisor. Resti Rosmiati selaku PLT Supervisor Quality Assurance Contact Center PLN 123 memparkan presentasi yang berjudul CC PLN 123 : World Class Services. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi media diskusi sekaligus sharing informasi untuk meningkatkan kinerja dan citra Contact Center di masing-masing perusahaan.

Sebagai agenda penutup, ICCA dihibur oleh penampilan tarian dan nyanyian  yang di persembahkan oleh beberapa agent Contact Center PLN 123.