Semua Berita

PLN melalui anak perusahaannya PT Indonesia Comnets Plus selaku pengelola Contact Center PLN 123 dan PLN MOBILE berhasil meraih 9 kategori penghargaan pada ajang The Best Contact Center Indonesia Award 2019. Penghargaan tersebut diberikan oleh Andi Anugrah selaku chairman ICCA (Indonesian Contact Center Association) kepada GM SSU Ketenagalistrikan ICON+, Hermawan Asmoko di Hotel Shangrila Jumat (10/9).

Penghargaan tersebut diantaranya :

Kategori Korporat :

  1. GOLD for The Best Customer Experience Category
  2. SILVER for The Best Tehnology Innovation Category
  3. SILVER for The Best People Development Category
  4. BRONZE  for The Best Business Contribution Category

Kategori Individu :

  1. PLATINUM Award for Agent Badan Pubik Category atas nama Qudsiyah
  2. SILVER Award for Supervisor Small Category atas nama atas Tony Wahyu Praditya
  3. SILVER Award for Quality Assurance Small Category atas nama Heri Firmansyah
  4. BRONZE  Award for Quality Assurance Large Category atas nama Ridwan Effendi
  5. BRONZE Award for Agent Inbound Medium Category atas nama Ketut Adi Putra

Seluruh penghargaan tersebut diperoleh oleh tim, perusahaan dan individu berdasarkan penilaian yang ketat dari juri dalam berbagai aktivitas lomba dan presentasi yang diikuti oleh para peserta.

Contact Center PLN 123 adalah layanan PLN 24 jam untuk pelanggan yang dapat diakses melalui saluran Telepon 123, Handphone (kode area + 123), Facebook PLN 123, Twitter @pln_123, Email pln123@pln.co.id, dan Website www.pln.co.id. Layanan di Contact Center PLN 123 diantaranya adalah sambungan baru listrik, mengubah daya, pemasangan listrik sementara, melaporkan gangguan, informasi tagihan listrik dan informasi kelistrikan lainnya.

The Best Contact Center Indonesia Awards dilaksanakan sebagai upaya asosiasi praktisi contact center (ICCA) untuk mengembangkan industri contact center di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan peran serta karyawan dalam mengembangkan kemampuan, kreativitas dan kinerja dalam mengelola contact center.

Dengan adanya The Best Contact Center Indonesia Awards menjadi ajang tahunan untuk praktisi contact center berbagi pengetahuan serta pengalaman dalam mengelola contact center sekaligus menjadi ajang untuk menetapkan standar kualitas pelayanan dan kinerja operasional contact center di Indonesia.

Spirit memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan listrik pun akan terus ditingkatkan melalui serangkaian inovasi agar masyarakat dapat dengan mudah menghubungi PLN dan mendapat akses informasi kelistrikan di manapun mereka berada.

Bali, 10 September 2019 – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno  meresmikan pengoperasian Internet Desa, Ides Cafe di Desa Sidayu Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Ides Cafe merupakan program internet rakyat yang diinisiasi oleh ICON+ anak perusahaan PT PLN (Persero).

Dengan adanya Ides Cafe, diharapkan masyarakat dan pemerintah di desa-desa akan dapat memanfaatkan koneksi internet secara gratis sesuai dengan slogan resmi Ides Cafe, yakni Connecting To Unconnected People. Program ini merupakan bentuk dukungan PLN melalui ICON+ sebagai bagian dari BUMN untuk mengembangkan Desa Berlistrik dan Berinternet.

Menteri Rini mengungkapkan keberadaan Ides Cafe ini adalah wujud nyata BUMN Hadir untuk Negeri. Saat ini kebutuhan masyarakat akan informasi menjadi hal utama untuk lebih melek teknologi dan informasi, dalam rangka mendukung SDM Unggul dan berdaya saing tinggi.

“Semangat pembangunan Ides Cafe untuk menghadirkan konektivitas kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Diharapkan, masyarakat desa dan komoditas lokal, terutama di desa-desa yang belum mendapatkan akses internet ini akan semakin memiliki daya saing dalam menghadapi persaingan global, serta mampu mewujudkan konsep Nawacita di bidang ekonomi dengan mengadopsi teknologi informasi,” ujar Menteri Rini.

Dengan sambungan internet ini, Menteri Rini berharap rakyat Desa Klungkung bisa lebih sejahtera dan mampu bersaing dengan kota-kota besar. Hal ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo bahwa BUMN harus membangun masyarakat di pinggir Indonesia.

Direktur Utama ICON+ Hikmat Dradjat mengatakan Ides cafe adalah suatu brand yang ICON+ create untuk hadirnya penetrasi internet di pedesaan. Tujuannya untuk meningkatkan bandwith perkapita. Ides cafe menjadi digital platform untuk kemajuan ekonomi digital bangsa dan negara.

“Sasaran kami adalah agar bandwith perkapita bisa naik di rangking global, yang kedua agar penetrasi akses internet lebih merata. Kami tentunya menggunakan infrastruktur dari PLN. Di mana ada tiang listrik, tidak ada alasan untuk tidak adanya internet” paparnya.

Dengan Ides Cafe juga diharapkan bisa membantu meningkatkan sektor ekonomi di pedesaan dan dapat semakin meluaskan jaringan pemasaran mereka. Sampai saat ini, ICON+ telah membangun Ides Cafe 3.330 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. ICON+ menargetkan ke depannya akan ada lebih dari 15.000 Ides Cafe di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Menteri BUMN Rini Soemarno juga menyapa lokasi Ides Cafe yang tersebar di sejumlah daerah di antaranya Aceh, Belitung, Tasikmalaya, Wonosobo, Losari, Banyuwangi, Samarinda melalui Video Conference yang difasilitasi oleh ICON+.

Sebanyak 35 orang perwakilan Contact Center Asia Pacific (CC-APAC) dan Pengurus Indonesia Contact Center Association (ICCA) melakukan site visit ke site Contact Center PLN 123 (CC PLN 123) di Gedung Kantor PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (8/11). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan CC-APAC yang akan menggelar conference, expo, dan awards 2019 pada 9-10 September 2019 mendatang di Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi CC-APAC dan ICCA berkesempatan memantau langsung para agen CC PLN 123 yang bekerja menangani setiap permintaan informasi rekening, informasi gangguan/keluhan, serta kebutuhan informasi produk dan layanan dari para pelanggan PLN. Delegasi juga mendapatkan penjelasan singkat mengenai CC PLN 123 melalui sesi presentasi dan tanya-jawab.

Hadir dari CC-APAC sejumlah perwakilan anggota CC-APAC yang merupakan asosiasi Contact Center dari negara-negara Asia Pasifik seperti HKCCA (Hong Kong), CCAS (Singapura), CNCCA (China), TCCTA (Thailand), TCCDA (Taiwan), AUSCONTACT (Australia), IGS (Malaysia), Kasikornbank Public Company Limited (Thailand), Krungthai-AXA Life Insurence Public Co. Ltd (Thailand), Roojai Company Limited (Thailand), BOC Services Company Limited (China), Xiamoi Communications Co. Ltd (China), ICBC Cloud Banking (China), XC Lab (India), DBS Bank LTD DBS BusinessCare (Singapura), XIAOI (China), ICCA (Indonesia), dan Telexindo (Indonesia).

Kedatangan peserta disambut hangat dengan penampilan tarian komtemporer yang dipersembahkan oleh tim CC PLN 123. Delegasi diterima langsung oleh Plt. Direktur Electricity and Wholesale Business ICON+ Ardian Cholid, Direktur Finance and Human Capital ICON+ Anindita Eka Wibisono, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asa’ad, dan General Manager SSU Ketenagalistrikan ICON+ Hermawan Asmoko.

 

Sebagai tekad PLN menyelaraskan pengembangan ketiga aspek listrik yakni ekonomi, sosial dan lingkungan. PLN bersama ICON+ dan Haleyora Power mengembangkan CSR “Deklarasi Komunitas Masyarakat Peduli Listrik” sebagai wujud nyata dari Tanggungjawab Sosial Perusahaan.

CSR dari PLN Group tersebut di gelar di beberapa lokasi yang salah satunya Kelurahan Bojongrawalumbu, Kota Bekasi (28/8). Kepedulian PLN Group di kelurahan ini dengan memasang grounding di rumah pelanggan secara gratis dan juga penyerahan bangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) kepada warga setempat. “Pemasangan grounding untuk keselamatan rumah tangga pelanggan PLN dan program ini akan berlanjut kolaborasi antara Pemkot Bekasi dengan PLN”, Ungkap Ririn Rachmawardini, Manager UP3 PLN Kota Bekasi. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Komunitas Peduli Listrik dan Pembentikan Juru Pemantau Listrik (Jumantrik) oleh penyelanggara sekaligus perwakilan warga.

Selain wilayah Bekasi, kegiatan serupa juga dilakukan di Peninggaran Timur, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (30/8). Direktur PLN Bisnis Regional Jawa Bagian Barat, ‎Haryanto WS mengatakan, PLN memiliki keterbatasan menjangkau instalasi kelistrikan yang ada di pemukiman masyarakat. Oleh sebab itu perlu melibatkan masyarakat untuk melakukan pengawasan dengan membentuk komunitas peduli listrik dan juru pemantau listrik (jumantrik). Deklarasi Komunitas Peduli Listrik dan Pembentikan Juru Pemantau Listrik (Jumantrik) tersebut disaksikan oleh Sri Hadi Agustama, GM SBU Jakarta ICON+ di dampingi oleh Firza Halim Manager Pemeliharaan Ketenagalistrikan.

ICON+ Gandul kembali menerima kunjungan industri dari Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal (Selasa, 27/8). Sebanyak 32 mahasiswa/i semester 6 jurusan Ilmu Informatika dengan didampingi empat dosen tiba kurang lebih pukul 09.30 WIB. Bertempat di ruang bola-bola kantor ICON+ Gandul, acara di buka oleh Muhammad Naim, Manajer Fault Management untuk memberikan opening speech. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sejumlah materi dari ICONers.

Materi pertama disampaikan oleh Fendy Mustofa dari Management Fault yang menjelaskan tentang Network Operation Center atau NOC. Materi yang dijelaskan antara lain terkait job description dari NOC, customer ICON+, supporting element, serta cakupan jaringan dari ICON+. Dilanjutkan mengenai materi tentang Contact Center ICON+ oleh Kuwat Adiyanto dan juga Contact Center PLN 123 oleh Yoga dan Dani. pada pemaparan tersebut mahasiswa di berikan penjelasan dan pendalaman materi terkait jumlah call yang masuk per bulan dan bagaimana proses pelayanan yang di lakukan oleh Contact Center ICON+ dan Contact Center 123.

Sebagai penutup seluruh mahasiswa/i diajak site visit untuk dapat melihat secara langsung ruang kerja Contact Center dan NoC. Bagi Politeknik Harapan Bersama, kunjungan ke ICON+ ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya pada tahun 2018. Dosen pendamping menyebut alasannya memilih ICON+ sebagai tujuan kunjungan praktik lapangan bagi mahasiswanya adalah karena perusahaan di Jakarta jelas mempunyai fasilitas dan peralatan yang lebih lengkap dibandingkan di daerah. Beliau juga berharap kedepannya mahasiswa didikannya dapat berkarir ICON+.

Minggu, 25 Agustus 2019, ICON+ dan PLN menggelar area Car Free Day tepat di depan Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. CFD tersebut diselenggarakan dalam rangka promo gebyar kemerdekaan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) menghadirkan program inovasi bersama PT Comnets Plus (ICON+) dengan tema Merdeka di Era Digital.

Peluncuran dilakukan oleh Deputi Menteri Bidang Energi, Logistik dan Kawasan kementrian BUMN dan merangkap sebagai Komisaris utama ICON+, Edwin Hidayat dan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani beserta jajaran Direksi PLN dan ICON+.

Launching promo gebyar kemerdekaan tersebut dilakukan secara serentak di 125 kota saat Car Free Day di seluruh Indonesia.

Dalam program tersebut, pelanggan berkesempatan mendapatkan diskon 74% tambah daya listrik dengan bundling paket berlangganan internet Stroomnet atau StroomnetTv.

PT TWC (Taman Wisata Candi) segera menjalin kerja sama lebih lanjut dengan ICON+. Sebelumya, PT TWC merupakan pengguna jasa internet, metro, vpn, dan cloud dari ICON+ untuk menguhubungkan keseluruhan kantor dan lokasi-lokasi wisata strategis. Dengan kerjasama lebih lanjut ini, PT TWC dan ICON+ berharap ada integrasi lebih lanjut yang dapat saling menguntungkan kedua belah pihak.

Pertemuan yang dilaksanakan di kantor ICON+ Gandul (21/8) tersebut membahas kerjasama lebih lanjut yang dapat dicapai antara ICON+ dan PT TWC. PT TWC yang diwakili oleh  Fauzan selaku Manager Hardware dan Infrastruktur  serta jajarannya mengungkapkan bahwa PT TWC berkeinginan untuk mencapai target BUMN yaitu Indonesian Heritage Management Corporation.

Perwakilan ICON+ memberi pemaparan mengenai produk apa saja yang mampu menunjang misi perusahaan TWC. Peluang kerjasama yang dibahas dan akan dilkerjakan secara bertahap adalah CCTV, MediAds, videotron/digital signage, MS pc laptop, dan juga implementasi command center.

PT TWC (Persero) merupakan perusahaan BUMN yang mengelola Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratuboko. Selain candi itu sendiri, TWC juga mengelola Pentas Ramayana, Tarian Rorojonggrang, Karawitan Ramayana, serta restoran dan hotel disekitar taman wisata. Target selanjutnya, seluruh tempat wisata di Joglosemar dan taman wisata heritage di Indonesia dapat dikelola oleh TWC.

Kantor ICON+ Gandul kembali dikunjungi oleh mahasiswa yang ingin menambah ilmunya dibidang telekomunikasi. Kali ini, Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang berkesempatan untuk melaksanakan kunjungan tersebut. Dibantu oleh para praktisi dari ICON+, kunjungan ini berhasil memberikan ilmu dan pengetahuan baru bagi mahasiswa/i Polines.

Para peserta kunjungan disambut oleh Rosa Rismala Simabangun selaku Manager Infrastruktur Data Center. Dalam Sambutannya beliau menyampaikan pada para mahasiswa yang hadir untuk sebaik mungkin memanfaatkan kunjungan ini. Selain itu beliau juga memotivasi para mahasiswa yang hadir untuk senantiasa berusaha dalam meraih cita cita. Kegagalan yang sering dihadapi jangan dijadikan beban namun harus dijadikan motivasi untuk tetap maju dan berkembang menuju kesuksesan.

Kunjungan yang dilaksanakan pada Selasa 20 Agustus 2019 ini dihadiri 41 orang mahasiswa beserta 2 orang dosen pendamping dari Polines. Para mahasiswa jurusan Teknik Telekomunikasi ini sangat antusias mengikuti sesi diskusi dan Tanya jawab yang diberikan. Ini terbukti dari begitu banyak pertanyaan yang diajukan kepada praktisi dari ICON+.

Kunjungan lalu dilanjutkan dengan site visit ke Data Center dan Contact Center yang ada di kantor ICON+ Gandul. Site visit ini memungkinkan mahasiswa untuk melihat langsung fasilitas dan infrastruktur pendukung telekomunikasi yang dimiliki oleh ICON+. Kunjungan lalu diakhiri dengan sesi foto bersama.

Sebagai salah satu bentuk merayakan HUT RI Ke-74, ICON+ menggelar kompetisi internal antar Subdir di wilayah Jabodetabek yang diberi tajuk “Lomba Kreasi Kemerdekaan”. Dengan spirit “tidak mau kalah” dalam arti positif seperti perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan, seluruh ICONers nampak mempersiapkan performa terbaik untuk meraih perhatian dewan juri (16/8)

Peserta lomba diminta untuk menampilkan tarian yang telah diinformasikan sebelumnya oleh panitia lomba. Koreografi tarian terdiri dari beberapa jenis tarian dunia yang dimaknai sebagai bentuk bahwa Indonesia merupakan negara yang membuka diri terhadap kesenian global. Peserta nampak begitu ‘total’ mulai dari kostum hingga suporter yang setia mendukung. Sebelum lomba dimulai, acara diawali dengan zumba bersama di pelataran parkir ICON+ Gandul.

Setelah berdiskusi cukup sengit, akhirnya dewan juri yang terdiri dari tiga orang penari profesional memutuskan Sub Direktorat SSU Ketenagalistrikan dan SBU LKT yang terdiri dari Contact Center PLN 123 dan Bidang KPK Non Aplikasi berhasil meraih juara pertama sehingga berhak atas hadiah sebesar 2.500.000 rupiah.

ICON+ kembali menggelar kegiatan donor darah yang bertempat di kantor ICON+ Mampang di Jl. KH. Abdul Rochim No 1 Kuningan Barat, Mampang, Jakarta Selatan. Acara yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia ini berhasil mengumpulkan sebanyak 76 kantong darah (12/8). Kegiatan ini merupakan salah satu program CSR rutin yang digelar ICON+ setiap tahun.

Acara yang mengangkat tema “Be A Hero” sukses menarik perhatian para pendonor. Tidak hanya ICONers, para pendonor yang hadir juga berasal dari masyarakat sekitar seperti ibu rumah tangga, satpam, penjaga toko, hingga supir ojek online. Para peserta mengaku gembira setelah melakukan donor darah karena dapat berbagi kepada yang membutuhkan.

Tercatat hampir 120 peserta yang datang untuk mendaftar, namun tidak semua peserta dapat ikut mendonorkan darahnya. Peserta harus menjalani beberapa tahap pemeriksaan terlebih dahulu di antaranya menjalani test golongan darah dan kadar hemoglobin. Lalu, melakukan pengecekan tensi darah. Jika keseluruhan tes memperoleh hasil yang baik, maka pendonor diperbolehkan melakukan donor darah.

Selain dapat menyumbangkan kantung darah pada orang yang membutuhkan, rutin mendonor darah terbukti dapat memberikan manfaat kepada si pendonor. Penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Epidemiology, sekitar 88 persen dari pendonor cenderung terjaga dari serangan jantung dan sekitar 33 persen terlindung dari berbagai penyakit kardiovaskular.