Semua Berita

Universitas Jambi, 27 November 2019 – Rektor Universitas Jambi, Johni Najwan pada Rabu 27 November 2019, meresmikan pengoperasian Pojok Daring (Zona Internet Gratis) ICON+ di Kampus Universitas Jambi Mandalo. Dalam peresmian tersebut, Rektor Universitas Jambi juga didampingi oleh Direktur Electricity and Wholesale Business PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) Ardian Cholid.

Pojok Daring (Zona Internet Gratis) merupakan added value yang diberikan ICON+ untuk Universitas Jambi sebagai salah satu kontribusi ICON+ terhadap kemajuan pendidikan khususnya di wilayah Jambi. Pojok Daring (Zona Internet Gratis) juga merupakan kontribusi untuk peningkatan bandwidth per kapita yang diinisiasi oleh ICON+, anak perusahaan PT PLN (Persero) yang bergerak pada bidang penyediaan layanan telekomunikasi dan teknologi informasi.

Tujuan utama dari keberadaan Pojok Daring (Zona Internet Gratis) ialah peningkatan pendidikan melalui kemudahan akses informasi dan distance learning. Serta mendukung pendidikan berbasis digital dalam menyongsong era digital 4.0.

Selain di Kampus Universitas Jambi Mandalo, terdapat empat lokasi Pojok Daring (Zona Internet Gratis) lainnya yaitu Kampus Telanaipura, Kampus Pasar, Kampus Pondok Meja, Kampus Kedokteran Buluran Unja dan Kampus Telanai. Kedepan Pojok Daring (Zona Internet Gratis) juga akan hadir di Kampus Muara Bulian dan Kampus Sarolangun.

Dengan kehadiran Pojok Daring (Zona Internet Gratis) diharapkan  mahasiswa/i, para dosen dan seluruh civitas di UNJA dapat memanfaatkan seluas-luasnya jaringan koneksi internet di lokasi yang telah disediakan.

Dalam sambutannya, Ardian Cholid berujar, “Seperti arti sebilah keris Siginjai di paruh angsa putih pada lambang Universitas Jambi yang berarti ksatria. Maka, anggap saja Pojok Daring menjadi salah satu media perjuangan kita sebagai ksatria di era 4.0. Ksatria dalam menghadirkan internet andal untuk memberikan kemudahan akses informasi bagi civitas di Universitas Jambi”

Sementara itu, Rektor Universitas Jambi Johni Najwan berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan semaksimal mungkin pojok daring yang sudah di bantu oleh icon +.  “Saya berharap perkembangan dapat memberikan dampak yang positive serta memberikan manfaat besar bagi kita semua. Saya juga berharap mahasiswa bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik mungkin,”bebernya.

Selain memberikan Pojok Daring, ICON+ juga menggelar Kuliah Umum untuk mahasiswa/i Universitas Unja dengan tema Revolusi Industri Digital 4.0. Sejumlah ICONers menjadi narasumber pada acara ini yaitu Rino Aulia, Ginanjar Martha, Satya Adi dan Fendy Kusuma Wardha.

Keceriaan ICONers merayakan HUT ICON+ Ke-19 nampak begitu terasa di malam puncak perayaannya yang digelar di Balai Kartini, Jakarta (15/11). Mengambil tema “Never Limit your Dream, Lets Rock Our Target”, ICONers kompak mengenakan dresscode bertema Rock. Kedatangan ICONers disambut dengan sejumlah games dan photobooth di selasar foyer. ICONers juga dihibur dengan penampilan Lunar Band sebelum memasuki area ballroom.

Sekitar pukul 7 malam, pintu Ballroom dibuka dan siap menyambut antusiasme ICONers untuk mengikuti satu persatu mata acara malam Puncak Perayaan HUT ICON+ ke-19. Di awali dengan penampilan dancer yang terdiri dari sejumlah manager ICON+, berhasil mencuri perhatian ICONers yang hadir. Dengan dipandu MC Melanie Ricardo dan Omesh, acara berjalan penuh canda dan tawa.

Pada sambutannya, Plt Direktur Utama ICON+, Iwan Purwana mengajak ICONers untuk meneladani salah satu ciri khas anak Rock, yaitu rasa solid terhadap kelompoknya. “Salah satu ciri khas anak Rock adalah memiliki rasa solidaritas yang tinggi terhadap rekan-rekannya. Ini bisa kita contoh dan terapkan dalam berkordinasi dan bekerjasama untuk mencapai target. Saling back up, saling support untuk memajukan ICON+ kita tercinta” ujarnya.

Nampak turut hadir menikmati acara yaitu Komisaris Utama ICON+, Edwin Hidayat Abdullah beserta jajarannya. Tak hanya itu, hadir pula jajaran Dewan Komisaris dan Direksi terdahulu  ICON+ yang kompak bersama-sama melakukan pemotongan kue sebagai bentuk rasa syukur atas pertambahan usia ICON+.

Sebagai salah satu hiburan, ICONers diundang untuk bermain games Kahoot dengan menggunakan ponsel masing-masing. Pada games tersebut, ICONers di uji perihal pengetahuan mengenai ICON+. ICONers yang menjawab paling cepat dan paling banyak benar berhak mendapatkan hadiah. ICONers juga dihibur oleh penampilan sejumlah direksi bersama band pengiring.

Acara ini juga ditaburi sejumlah doorprize serta dua sepeda motor sebagai grandprize. Sebagai apresiasi kepada ICONers yang berhasil mengukir prestasi sehingga mengharumkan nama perusahaan, ICON+ memberikan hadiah berupa uang tunai yang disampaikan langsung oleh jajaran Direksi ICON+.

Keceriaan perayaan HUT ICON+ ke-19 terasa lengkap berkat kehadiran Naif Band untuk menghibur seluruh ICONers. Penampilan DJ-Capt yang digawangi oleh Tim Pendapatan Segmen Operator SBU TI Publik menjadi penutup acara yang ciamik.

 

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru pada Senin, 11 November 2019, meresmikan pengoperasian Internet desa “Sumsel Maju untuk Semua”. Peresmian secara simbolis dilakukan di Grand Ballroom Novotel Palembang didampingi oleh jajaran pemerintah daerah serta Diskominfo Sumatera Selatan. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga didampingi oleh Direktur Utama PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) Iwan Purwana.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga meresmikan dan menyapa internet desa di lokasi lain melalui video conference. Adapun lokasi Internet desa tersebut adalah Desa Celikah, Desa Tanjung Sejaro, Desa Karang Binangun.

Dalam sambutannya, Direktur Utama ICON+ Iwan Purwana mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah mempercayakan ICON+ dalam menyediakan internet desa.

“Ke depan, di Sumsel akan ada 170 internet desa di tahun 2022” ujar Iwan yang disambut riuh peserta acara.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru dalam sambutannya mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat sudah mulai ketergantungan internet. “Saya berterima kasih kepada ICON+ telah membantu Sumsel membangun apa yg tadinya tidak ada yaitu internet”

Herman Deru berharap setelah bekerjasama dengan ICON+, setiap 1 desa di Sumsel memiliki 1 hotspot free wifi.

Peresmian ini juga disaksikan oleh Kapolda Sumatera Selatan, Firli Bahuri, Direktur Utama BAKTI Anang Latif dan Daryono selaku GM PLN WS2JB serta warga yang berada di empat lokasi Ides Café melalui media video conference. Adapun lokasi Internet desa tersebut adalah Desa Celikah, Desa Tanjung Sejaro, Desa Karang Binangun.

PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Sumatera Barat (Sumbar) bersama PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) SBU Pekanbaru memulai pembangunan tower radio komunikasi dengan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking di kantor PLN UP2D Sumbar, Jumat (1/11).

Peletakan batu pertama itu juga turut dihadiri dan ditandatangani General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar, Bambang Dwiyanto, Manajer PLN UP2D, Adhi Herlambang dan General Manager PT. ICON+ SBU Pekanbaru, Widi Kristiawan.

Manajer PLN UP2D Sumbar, Adhi Herlambang mengatakan, groundbreaking tower radio telekomunikasi ini akan digunakan untuk pengoperasian sistem distribusi 20 kV di Sumbar. Dengan tambahan tower dengan ketinggian 62 meter ini, ia berharap supporting sistem akan lebih maksimal.

Ia menyatakan, radio ini sangat penting. Komunikasi radio ini, lanjut dia, akan direkam sehingga memiliki catatan digital yang jelas.

“Radio ini penting, komunikasi radio ini kita rekam sehingga ada catatan digital. Ini harus jelas karena seandainya kita salah operasi dan perintah, itu kan bahaya. Misalnya ada kesalahan manuver, kita bisa putar ulang pembicaraannya,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, General Manager PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto mengatakan, ia sangat mengapresiasi prakarsa ini, sehingga dapat meningkatkan keandalan komunikasi dan menunjang kerja dalam hal pengoperasian sistem distribusi.

“Kita sangat mengapresiasi karena dalam prakarsa ini, itu tadi disampaikan dalam kerangka solid. Intinya, solid itu padu bersatu padu antara PLN dan anak perusahaan dalam hal ini ICON+. Ini memang diamanahkan manajemen PLN, bahwa kita dalam aksi korporasi, dalam kedinasan, senantiasa melibatkan PLN Grup,” ungkap Bambang.

Sementara, General Manager PT. ICON+ SBU Pekanbaru, Widi Kristiawan mengatakan, pembangunan tower radio komunikasi ini mulai dilakukan karena PLN ingin mengembangkan komunikasi yang andal untuk menunjang kinerja sistem kelistrikan yang ada di Sumbar.

“Kita lakukan ini karena PLN ingin mengembangkan komunikasi yang andal untuk menunjang kelistrikan yang ada di Sumbar. Karena UP2D ini adalah suatu kontrol untuk mengoperasikan listrik 20 kv. Dan pada hari ini, kita diberi kepercayaan dari PLN untuk menyediakan komunikasi untuk PLN, terutama sarana penunjang dan komunikasi radionya,” ungkap Widi.

Ia menambahkan, fungsi tower ini yakni sebagai repeater atau transmisi alat komunikasi tersebut, dan ini adalah tower pertama yang ia bangun bersama PLN.

“Jadi terobosan terbaru kami adalah, kami diminta PLN UP2D untuk menyediakan komunikasi radio, komunikasi fiber optik untuk menunjang pengoperasian komunikasi dan operasi,” pungkasnya.

Plt Direktur Utama ICON+ periode 2015-2019, Hikmat Dradjat menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh ICONers pada acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Direksi ICON+ yang digelar di ICON+ Cawang (30/10).  Acara ini digelar menyusul Surat Keputusan PT PLN (Persero) yang mengangkat Iwan Purwana sebagai Plt Direktur Utama merangkap Plt Direktur Enterprise Business meneruskan tongkat estafet tugas Hikmat Dradjat. Dalam kesempatan tersebut Hikmat Dradjat juga meminta seluruh ICONers untuk senantiasa meneruskan mimpi-mimpi besar ICON+ yang sedang di rintis saat ini sebagai penyedia Solusi TIK terkemuka di Indonesia berbasis jaringan pemanfaatan asset strategis.

Iwan Purwana dalam sambutannya memohon dukungan kepada Komisaris, Direksi dan seluruh ICONers untuk bersama-sama dengannya “mengICONkan Indonesia”. “Mari kita bawa ICON+ menjadi kebangaan PLN, BUMN dan tentunya Indonesia” ujar Iwan.

Turut hadir pada acara ini yaitu Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero), Syofvi Felienty Roekman. Dalam sambutannya, Syofie mengungkapkan bahwa kehadirannya merupakan salah satu bentuk perhatian Direksi PLN terhadap ICON+. Menurutnya saat ini, tidak hanya PLN, BUMN pun menaruh harapan besar terhadap perkembangan dan kebesaran ICON+ di masa mendatang.

“ICON+ diharapkan tidak hanya mencari laba tetapi juga memberi manfaat kepada masyarakat pada khususnya. Komposisi Direksi saat ini telah kami buat sedemikian rupa agar ICON+ dapat fokus menjadikan PLN sekaligus pelanggan publik sama-sama sebagai prioritas” ujar Syofie.

Serah terima Jabatan dan pisah sambut ini juga digelar untuk Direktur Keuangan & SDM periode 2015-2019 Kuswowo yang menyerahkan tongkat estafet kepemimpinannya kepada Anindita Wibisono. Selain itu, pada pertemuan kali ini diperkenalkan juga keluarga baru ICON+ yaitu Ivan C Permana yang diberikan tugas sebagai Plt Direktur Digital Solution dan Business Development.

Kelas Online paket B & C yang digelar oleh pemkab Banyuwangi dan dinas pendidikan banyuwangi bekerjasama dengan PLN dan Icon+ sukses memecahkan rekor MURI.  Lantaran kegiatan ini melibatkan 2150 peserta dan menjadi yang pertama kalinya dilakukan melalui sistem Daring.

Digelar di Gesibu Blambangan (28/10) acara dihadiri oleh bupati banyuwangi, Abdullah Azhar Anas dan Tegar Hasadi Manajer Sub Bagian Strategi Pemasaran PLN UID Jawa Timur serta GM ICON+ SBU Surabaya Mohamad Shodiq.

Peserta merupakan warga yang sudah lepas sekolah. Dari usia muda hingga usia tua yang masih memiliki keinginan untuk kejar Paket B dan C.

Nuriyatus selaku Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat mengatakan, “sebelumnya  PKBM ini dilakukan dengan kelas offline, ada beberapa kendala diantaranya banyak warga belajar yang berhalangan hadir karena berbenturan dengan jadwal kerja. Maka Pemerintah Banyuwangi berinsiatif mengadakan kelas online disamping kelas offline yang sudah ada untuk meningkatkan pengetahuan dan peningkatan taraf hidup warga. Selain itu, banyak keuntungan diadakan kelas online bagi warga belajar ini beberapa diantaranya agar warga  yang sibuk bekerja  tetap dapat mengakses proses belajar, memperpendek waktu dan mengurangi tatap muka antara guru PKBM ( tutor) dengan warga belajar”.

Tegar Hasadi Manajer Sub Bagian Strategi Pemasaran PLN UID Jawa Timur mengatakan “PLN sangat mendukung kegiatan ini dan memberikan keandalan pasokan listrik sehingga kegiatan belajar kelas online berjalan dengan lancar”.

Kesuksesan acara ini tentunya tidak lepas dari peran ICON+ sebagai penyedia akses internet sebesar 10 Gigabyte dalam mendukung terselenggaranya kelas online ini imbuh Mohammad Shodiq GM SBU Regional Surabaya PT Indonesia Comnets Plus.

Kerjasama yang telah terjalin antara ICON+ dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diamini oleh Azhar Anas.

“ICON+ sudah lama menjadi mitra kami. Bersama ICON+ kita targetkan memaksimalkan pembelajaran dengan teknologi yang akan memutus jarak, ruang dan waktu” ujarnya.

Sebagai salah satu ajang menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan media, PLN menggelar Turnamen Bulutangkis antarmedia yang diberi tajuk PLN Cup. Ini merupakan kali kedua PLN menggelar acara serupa pada tahun 2018 lalu. Tak menyia-nyiakan kesempatan, sebagai keluarga besar PLN Grup, ICON+ turut serta berpartisipasi dengan mengirimkan tim pebulutangkis untuk ikut meramaikan kompetisi (19-27/10).

Turnamen yang diikuti peserta dari berbagai media itu dibuka oleh Plt Direktur Utama (Dirut) PLN Sripeni Inten Cahyani. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Dirut Indonesia Power M Ahsin Sidqi, legenda bulu tangkis Indonesia Ricky Subagja, ketua panitia PLN Cup 2019 Rakhmat Hadi Sucipto, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sripeni mengatakan mengapresasi Turnamen Badminton Antarmedia PLN Cup 2019 yang digelar untuk kedua kalinya ini. Menurutnya, pertandingan olahraga adalah yang paling sehat kompetisinya.

Sementara, mantan atlet bulu tangkis nasional, Ricky Subagja menyampaikan terima kasih kepada PLN yang telah menggelar turnamen bulu tangkis. Ini merupakan bukti bahwa bulu tangkis masih terus digemari dan dikembangkan.

Meskipun tidak keluar sebagai juara, pebulutangkis ICON+ yang tergabung bersama PJB dan Indonesia Power sempat merasakan babak perempat final namun harus mengakui keunggulan tim lain.  Ajang ini dimanfaatkan ICON+ untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan rekan-rekan media yang merupakan mitra perusahaan dalam menyampaikan informasi kepada publik.

BALIKPAPAN – HITA (Hotel Information Technology Association) Gelar Pelatihan dan Sharing Perkembangan Teknologi pada tanggal 19 Oktober 2019 di Hotel Four Points. Sebanyak 60 Hotel tergabung di wilayah Kaltim.

ICON+ SBU Balikpapan pun ikut bepartisipasi dalam kemeriahan acara tersebut, Demi mengikuti perkembangan zaman update IT di perhotelan, khususnya di wilayah Kaltim yang perkembangan perhotelannya terus meningkat secara siginfikan.

Pramono Soleh, Ketua HITA Kaltim mengatakan, guna memberikan kenyamanan bagi para tamu dan pengunjung hotel khususnya menyangkut fasilitas, dan management, HITA melatih dan berbagi informasi teknologi.

“Sebab standar masing-masing hotel berbeda-beda, intinya untuk membuat tamu nyaman dengan fasilitas yang ada,” kata Pramono.

Pada kesempatan tersebut, Lantip Sasmito selaku GM ICON+ SBU Regional Balikpapan memaparkan Profile ICON+ kepada seluruh para peserta yang hadir, selain itu narasumber Didi Pramudji  mempresentasikan terkait IPTV, dikarenakan seluruh Hotel Kalimantan Timur sebagian besar sudah menggunakan IPTV.

Tidak hanya sekedar presentasi, ICON+ membuka booth untuk media tanya jawab pengunjung terkait produk – produk. Sebagai daya tarik pada Booth, ICON+ menampilkan Demo IPTV, Mikrotik dan CCTV, selain itu ICON+ juga memberikan souvenir menarik kepada pengunjung booth.

Sebagai bentuk tindak lanjut, tim SBU Balikpapan segera mengadakan pertemuan dengan beberapa calon pelanggan potensial yang menunjukkan ketertarikannya pada ICON+ sepanjang  acara pelatihan dan sharing.

Sebagai anak perusahaan sekaligus enabler of PT PLN (Persero), ICON+ turut serta pada Pameran Kelistrikan yang digelar di JCC, Jakarta Selatan (9-11/10). Pada pameran yang diprakasai oleh Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) ini, ICON+ bersama anak perusahaan PT PLN (Persero) lainnya tergabung dalam satu booth di bawah payung PT PLN (Persero).

Dalam pameran kali ini, ICON+ berperan sebagai juru penerang produk AirSale, Stroomnet TV dan Warung Ides. Ketiga produk tersebut sesuai dengan tema yang diangkat pada pameran kali ini yaitu Facing The Challenges of Industry 4.0 Era of Electrical Power Tehcnology. Dengan bentuk booth seperti rumah, PLN menghadirkan solusi smart home mulai dari stroomnet TV hingga Kompor Induksi.

Acara yang dibuka oleh Menteri ESDM, HE Ignasius Jonan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut hari listrik nasional pada 27 Oktober. Ketua Umum MKI, Supangkat Iwan Santoso mengatakan, sudah ketujuh kalinya MKI menyelenggarakan acara ini. Pada HLN ke-74 ini sekitar 40% area pameran dialokasikan sebagai sarana sosialisasi, promosi dan mendorong listrik 4.0 oleh berbagai stakeholder terkait dimana  MKI memberi kesempatan bagi  lebih dari 20 Perguruan Tinggi, Lembaga Riset, Asosiasi dan Institusi dan pihak lainnya untuk menyampaikan pesan dan menginformasikan segala kegiatan yang terkait dengan ketenagalistrikan tanah air.

10 Oktober 2019 di Gedung pusat kebudayaan Sawahlunto, Walikota Sawahlunto, Deri Asta, meresmikan pengoperasian Kadai Ides, Sumatera Barat. Dalam peresmian tersebut, Walikota Sawahlunto juga didampingi oleh Sekretaris Perusahaan PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) Tetty Indrawati dan General Manager SBU Pekanbaru, Widi Kristiawan.

Kadai Ides adalah program internet rakyat yang merupakan kontribusi untuk peningkatan bandwidth per kapita yang diinisiasi oleh ICON+. Program ini sendiri merupakan bentuk dukungan ICON+ terhadap program PLN, “Desa Berlistrik dan Berinternet”. Dengan keberadaan Warung Ides, masyarakat dan pemerintah di desa-desa di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), akan dapat memanfaatkan koneksi internet secara gratis namun dengan layanan yang andal.

Ada tiga tujuan utama dari keberadaan Kadai Ides. Pertama adalah peningkatan pendidikan masyarakat melalui kemudahan akses informasi dan distance learning. Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menciptakan komunitas digital di pedesaan. Dan ketiga ialah solusi digital village yang menyinergikan pelayanan pemerintah desa dengan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi.
Spirit pembangunan Kadai Ides sendiri untuk menghadirkan konektivitas kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Diharapkan, masyarakat desa dan komoditas lokal, terutama di desa-desa di wilayah 3T akan semakin memiliki daya saing dalam menghadapi persaingan global, serta mampu berdaya sesuai dengan konsep Nawacita di bidang ekonomi dengan mengadopsi teknologi informasi.

Sementara itu, General Manager ICON+ SBU Pekanbaru, Widi Kristiawan mengatakan, adapun 10 titik Warung Ides di Sawahlunto yang terkoneksi dengan layanan internet gratis di antaranya, di Puncak Cemara, Kawasan Silo, Taman Satwa Kandi, Simpang Tugu Talawi, Museum Kereta Api, SD Santa Lusia, Gedung Pusat Kebudayaan, Lapangan Segitiga, Radio Sawahlunto dan Pasar Sawahlunto. “Ini adalah bagian dari kepedulian Pemda Sawahlunto untuk memberikan layanan wifi gratis. Jadi, misinya bapak walikota bagaimana internet yang dipakai OPD itu bisa diset untuk masyarakat luas, makanya disiapkan wifi gratis”

Walikota Sawahlunto, Deri Asta mengatakan, program pengembangan jaringan internet tersebut sebelumnya sudah masuk dalam visi dan misi Pemkot dalam mewujudkan smart city. Menurutnya, peningkatan kapasitas jaringan internet di Sawahlunto ini tak bisa disepelekan, karena menyangkut perkembangan teknologi informasi.

“Kita harap peningkatan IT ini berdampak juga terhadap peningkatan efisiensi dan produktifitas kinerja pemerintah maupun swasta. UMKM harus upgrade juga dengan IT agar tidak kalah saing,” ujarnya.

Peresmian Kadai Ides kemudian di tutup dengan acara kunjungan oleh Walikota Sawahlunto dan rombongan ke salah satu lokasi internet yang sudah terpasang, yakni di pelatihan rumah kreatif yang tidak jauh dari lokasi acara.