Semua Berita

Kehadiran jajaran Dewan Komisaris, Direksi dan Jajaran managemen ICON+ ke Kantor Bupati Wonosobo disambut hangat oleh warga sekitar (8/3). Kunjungan ICON+ ke Wonosobo dalam rangka meninjau langsung Ides Cafe yang berdiri di salah satu sudut Taman Kartini. Ides Cafe merupakan bantuan penyediaan jaringan internet ke desa-desa untuk dimanfaatkan warga dalam melakukan berbagai aktivitas, seperti mencari informasi, memperluas pasar dagang hingga mempermudah komunikasi.

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo dalam sambutannya mengungkapkan banyak terima kasih kepada ICON+ atas bantuan dan dukungannya terhadap perkembangan Wonosobo. Ia berserta Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo berharap kerjasama antara ICON+ dan Wonosobo dapat terus terjalin baik untuk mewujudkan Wonosobo sebagai Smart City dan Smart Regency.

Sementara itu, Komisaris Utama ICON+, Edwin Hidayat berharap fasilitas Ides Cafe yang dibangun ICON+ dapat terus hidup dan bisa memberikan manfaat kepada warga Wonosobo. Selain Ides Cafe, ICON+ juga memberikan aplikasi Air Sale untuk membantu Wonosobo dalam mengontrol pajak daerah. Selain itu, Air Sale juga dapat dimanfaatkan sebagai media monitoring pola konsumsi di daerah ini.

“Wonosobo akan menjadi contoh tol langit buatan ICON+. Birokasinya harus menjadi yang paling canggih di Jawa Tengah” ujar pria yang saat ini juga menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN.

Hal senada juga disampaikan oleh Plt Direktur Utama ICON+, Hikmat Dradjat, “Kita akan bantu Wonosobo menuju digital society. Kita juga akan pasang kamera 360 derajat untuk meningkatkan pariwisata. Pada dasarnya kehadiran ICON+ untuk meningkatkan kemakumran masyarakat Wonosobo” ujarnya.

Usai di terima di Kantor Bupati, Managemen ICON+ bersama Pemkab Wonosobo di dampingi Diskominfo menuju Ides Cafe yang telah dipenuhi warga. Sambil berdialog dengan warga, ICON+ juga membagikan handphone kepada beberapa warga yang dapat menjawab pertanyaan mengenai ICON+ dan  BUMN. Selama dialog berlangsung, warga Wonosobo mengaku gembira dengan kehadiran Ides Cafe yang memiliki kecepatan dan jangkauan yang luas.

Siswa X SMK 1 SAWIT, berasal dari kota Boyolali baru saja melakukan kunjungan indutri ke  ICON+ yang berlokasi di wilayah Gandul, Jawab Barat (5/3). Kedatangan 50 siswa dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang didampingi oleh ketiga guru pembimbingnya tersebut disambut oleh Manager TI OSS, Eka Suprihadi

“Jangan malu untuk bertanya ya, kami akan menjawab pertanyaan teman- teman semua terhadap rasa keingintahuan adik- adik terkait jaringan yang dikelola ICON+” ujar Eka Supriadi dalam kata sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, siswa juga mendapat pengetahuan seputar fungsi Operasi ICON+ yang dipaparkan oleh Fendy Mustofa, sementara pemaparan mengenai Contact Center dipaparkan oleh Mardhani Ramadhana sebagai salah satu tim Infrastruktur Sistem Contact Center

Selama kunjungan berlangsung,  guru dan siswa salah satu Sekolah Menengah Atas di daerah Boyolali tersebut terlihat antusias melontarkan berbagai pertanyaan terkait jaringan dan contact center yang diimplementasikan di ICON+ seperti aplikasi terpusat di CCTR PLN 123. Untuk menuntaskan rasa ingin tahu peserta kunjungan terhadap Contact center ICON+, maka peserta di ajak untuk site visit guna melihat langsung kecanggihan alat dan ruang kerja ICON+

Joko selaku guru dari SMK 1 SAWIT mengaku sangat berterima kasih atas sambutan hangat serta pengetahuan yang diberikan oleh seluruh narasumber ICON+ dan berharap kedepannya ada lulusan SMK 1 SAWIT yang bisa memberikan kontribusi di ICON+.

Sejalan dengan arahan dari Kementrian BUMN kepada ICON+ untuk secara aktif mendukung kemajuan negeri melalui layanan telekomunikasi yang handal, maka ICON+ melalui SBU melakukan pendekatan kepada Pemerintahan Kabupaten dan/atau Kota di seluruh Indonesia untuk menjadi mitra memajukan telekomunikasi daerah.

Di propinsi Jawa Tengah pada umumnya dan di Kabupaten Wonosobo pada khususnya, ICON+ melalui SBU Semarang juga sudah memberikan dukungan kepada Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo dalam berbagai hal di antaranya koneksi internet berkapasitas besar ke kantor Dinas Kominfo, koneksi Metro ke beberapa Dinas di kota Wonosobo, koneksi internet di beberapa kecamatan dan desa, serta hadirnya dua Ides Café di desa Dieng Wetan dan di Alun-alun Kota Wonosobo.

Terletak di salah satu sudut strategis Alun-alun kota Wonosobo, Ides Café ICON+ hadir dengan bentuknya yang khas di seluruh propinsi Jawa Tengah dan DIY. Berbentuk pondok kecil dengan dua bangku tradisional dan atap yang berbentuk bintang berwarna ciri khas ICON+ dan PLN, lengkap dengan layanan Free WiFi bagi warga, wajar jika Ides Café menjadi salah satu fasilitas kebanggaan baik itu bagi ICON+, PT PLN (Persero), juga bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

Ides Café lainnya sudah terlebih dahulu dibangun di Desa Dieng Wetan, di lokasi yang menjadi salah satu pusat pariwisata kawasan dataran tinggi Dieng. Fasilitas internet gratis di Ides Café Dieng Wetan sudah banyak digunakan oleh warga sekitar maupun wisatawan.

Atas kehadiran Ides Café di kedua lokasi tersebut, dan atas seluruh support ICON+ bagi kemajuan ICT di Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonosobo menyampaikan apresiasi untuk ICON+.  Pada tanggal 26 Februari 2019 diadakan acara Peresmian Kegiatan Pembangunan Tahun 2018 Kabupaten Wonosobo, yang diselenggarakan di Pasar Selomerto – Wonosobo. Dalam kesempatan tersebut, Wuri Yulianto selaku  GM SBU Semarang dan disaksikan oleh Direktur Perencanaan Operasi dan Jaringan ICON+ Zulheldi menerima penghargaan dari Bupati Wonosobo Eko Purnomo.

Ke depan, dukungan dan kerjasama ICT dari ICON+ kepada Kabupaten Wonosobo dan pemerintahan daerah lainnya di seluruh Indonesia akan terus dikembangkan mulai dari dukungan pembangunan infrastruktur ke seluruh pedesaan hingga managed IT services baik itu hardware, software, maupun integrated system. ICON+ terus memberikan usaha terbaiknya untuk sejauh mungkin mendukung kehadiran BUMN bagi negeri. ICON+ menerangi negeri dengan informasi.

 

Selasa, 26 Februari 2019 kantor ICON+ yang berlokasi di wilayah Gandul, Jawa Barat menerima kunjungan industri dari siswa/i kelas X SMK Binakarya Mandiri 2 Kota Bekasi. Kunjungan ini  merupakan salah satu bentuk kegiatan CSR ICON+ dalam bidang pendidikan, yaitu dengan memberikan kesempatan pada sekolah/universitas melihat fasilitas dan mempelajari langsung proses bisnis ICON+.

Kedatangan 80 peserta dari jurusan Teknik Komputer Jaringan yang didampingi oleh lima guru pembimbingnya tersebut disambut hangat oleh GM SSU Jaringan & Infrastruktur Sri HadI Agustama.

“Kami dari ICON+ menyambut dengan sangat antusias kedatangan dari SMK Binakarya Mandiri 2. Terima kasih sudah jauh-jauh dari Bekasi, silahkan di gali dan bertanya sebanyak mungkin,” ujar Sri Hadi.

Kunjungan dimulai dengan presentasi dari NOC oleh Fendy Mustofa,  presentasi Contact Center ICON+ oleh Kuwat Adiyanto dan Operator Data Center PLN oleh Gugun Gunardi.

Di ujung acara, siswa/I diajak untuk melihat langsung “dapur ICON” ke ruang NOC, Data Center, Contact Center dan VSAT. Site visit ini dilakukan agar siswa/i dapat melihat secara langsung perangkat apa saja yang selama ini telah mereka pelajari di sekolah. Kunjungan industri SMK Binakarya Mandiri 2 Kota Bekasi ini diakhiri dengan foto bersama.

Sebagai salah satu media ICONers menambah ilmu dan pengetahuan tentang berbagai tema, Knowledge Sharing kembali digelar. Kali ini ICON+ mengangkat tema “Total Look” dengan menghadirkan narasumber Dea Rizkita (22/2). Di gelar di Aula ICON+ Mampang, peserta yang seluruhnya adalah perempuan nampak menikmati tips dan trik yang disampaikan oleh Dea Rizkita.

Dea Rizkita merupakan Miss Grand International Indonesia tahun 2017. Wanita kelahiran Bandung 25 tahun silam tersebut juga merupakan Putri Indonesia Jawa Tengah 2017 dan Putri Indonesia Perdamaian pada malam final Putri Indonesia 2017.

Dea Rizkita mengajak ICONers untuk peduli pada penampilan agar orang di sekeliling ICONers merasa nyaman. Selain itu, Dea juga menekankan bahwa total look tidak hanya tergambar dari fisik yang terlihat mata.

“Tidak hanya harus tampak cantik dari luar, tetapi juga cantik dari dalam dan tentunya sehat jasmani dan rohani” ujar Dea

ICONers di ajak untuk memahami bahwa penampilan ICONers merupakan representatif dari ICON+. Seperti di kutip dari Forbes, bahwa pegawai dengan penampilan menarik akan lebih sukses karena tiga hal, yaitu lebih percaya diri, terlihat memiliki kemampuan lebih dan pandai berkomunikasi.

Tak hanya bicara penampilan, Dea juga menghimbau ICONers untuk menerapkan gaya hidup sehat yang akan berdampak pada penampilan yang lebih segar. “Dan jadilah orang yang produktif, bukan hanya sibuk” seru Dea.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) baru saja sukses menyelenggarakan sidang Tanwir di Bumi Raflesia Provinsi Bengkulu pada 15-17 Februari 2019 lalu. Acara yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo itu mengusung tema ‘Beragama yang Mencerahkan’  dengan menghasilkan 9 rekomendasi terkait kehidupan keummatan, kebangsaan, dan kenegaraan.

Bekerjasama dengan ICON+ sebagai penyedia jaringan internet sepanjang acara berlangsung, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan akbar tahun ini. UMB mengucapkan terimakasih kepada ICON+ yang telah bersedia mendukung terselenggaranya acara Tanwir Muhamadiyah tanpa ada gangguan dan kendala.

Manager Bidang Aktivasi dan Pembangunan SBU Palembang Ceceng Muhaimin menuturkan bahwa UMB  merupakan pelanggan loyal ICON+ sejak tahun 2014. Hubungan baik antara ICON+ dan UMB tentunya harus terus dijaga agar tidak pindah kelain hati.

Ini menjadi tantangan bagi SBU Palembang kedepan, saya berharap dengan memberikan support seperti ini, pelanggan akan tetap loyal menggunakan jasa layanan ICON+”ujarnya.

Sebelum menghadiri acara Tanwir Muhammadiyah pada 15-17 Februari 2019, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara menyempatkan diri untuk meninjau bantuan akses internet ke sekolah SMA Muhammadiyah 1 Seluma Provinsi Bengkulu.

Acara yang didukung ICON+ untuk jaringan internet ini di selenggarakan tanggal 16 Februari 2019 digagas oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) bekerjasama dengan BAKTI Kominfo.

Kedatangan Menteri Kominfo RI Rudiantara di Kabupaten Seluma disambut secara Adat Bumi Serawai Serasan Seijoan yaitu Pencak Silat dan Tarian Persembahan sebagai ungkapan rasa hormat kepada tamu yang datang.

Menteri Kominfo RI Rudiantara dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan Program-Program Kementerian Kominfo RI dalam memenuhi hak-hak masyarakat akan kebutuhan Akses Informasi dan Komunikasi.

“Saya harap bantuan Akses Internet dengan kapasitas 20 Mbps bagi SMA Muhammadiyah 1 dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan pendidikan siswa-siswi dan Guru SMA Muhammadiyah 1” ujarnya.  Rudiantara juga berharap dengan memanfaatkan jaringan internet berkecepatan tinggi ini menjadi pemicu munculnya inovasi dan kreasi dari siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1. Di akhir sambutannya, Menkominfo mengucapkan terimakasih kepada ICON+ yang telah membantu terselenggara acara ini.

Untuk semakin memberikan pelayanan prima kepada seluruh konsumen listrik di Indonesia, ICON+ dan Haleyora Power bekerjasama menciptakan sebuah aplikasi yang memberi kemudahan masyarakat dalam pelayanan instalasi listrik, dengan kualitas barang & jasa yang baik dengan harga yang terjangkau, serta tingkat keamanan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Pemerintah. Aplikasi Mobile tersebut diberi nama Layanan Instalasi Listrik Pelanggan (ListriQu).

Launching produk yang digelar di Ruang Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta Pusat tersebut dihadiri oleh jajaran managemen ICON+, Haleyora Power, Mitra dan Media (17/2). “Layanan ListriQu ini diharapkan menjadi solusi kebutuhan layanan perbaikan instalasi milik pelanggan yang dikerjakan oleh petugas yang ahli dalam bidangnya dan bersertifikasi dengan kualitas pekerjaan dan material terstandarisasi”, Ujar  Ahmad Taufik Haji Direktur Utama PT Haleyora Power

Sementara itu, Plt Direktur Utama ICON+ Hikmat Dradjat dalam sambutannya mengungkapkan bahwa aplikasi ListriQu adalah lompatan pelayanan untuk self service yang transparan dan memiliki jangkauan luas. “ListriQu gerbang awal digitalisasi kelistrikan” ujarnya. Sejauh ini, ICON+ telah berperan penting dalam melayani pelanggan PLN mulai dari pembelian listrik hingga melayani komplain melalui Contact Center 123.

Syamsul Huda, Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN mengatakan bahwa aplikasi ListriQu adalah pelayanan yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat. “PLN tidak hanya fokus pada area hulu seperti pembangkit tetapi kami juga terus memperbaiki diri dalam pelayanan kepada pelanggan yang termasuk bagian hilir kerja PLN” ujarnya.

Mengusung tagline Quick and Quality Solution, ListriQu akan memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas untuk kepuasan pelanggan, sebagai berikut:

  1. Kecepatan dalam Respon
  2. Crew yang bersertifikasi
  3. Material yang berstandard SNI
  4. Harga yang Transparan
  5. Bergaransi

Dalam penggunaannya, cukup dengan mengunduh pada aplikasi Play Store, pelanggan bisa langsung menikmati layanan instalasi rumah ListriQu. Saat ini ListriQu hadir di 6 Kota yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Banten. Pelanggan akan dipandu oleh aplikasi untuk mengoperasikan ataupun melakukan pengaduan, pada aplikasi pelanggan dibekali dengan feature scan QR Code milik petugas untuk membuktikan petugas tersebut betul dari ListriQu. Kemudahan sudah pasti menjadi prioritas bagi pelanggan dalam menemukan Crew Instalasi yang bersertifikat dengan jaminan garansi dan transparansi harga, serta memberikan perlindungan kepada pelanggan atas kualitas layanan  ListriQu.

ICON+ baru saja menerima kunjungan industri dari Mahasiswa/i semester IV Politeknik Negeri Semarang yang berlokasi di ICON+ Gandul, Jawa Barat (13/2). Kunjungan ini  merupakan salah satu bentuk kegiatan CSR ICON+ dalam bidang pendidikan, yaitu dengan memberikan kesempatan pada sekolah/universitas melihat fasilitas dan mempelajari langsung proses bisnis ICON+.

Kedatangan 61 peserta dari jurusan Teknik Informatika yang didampingi oleh dua guru pembimbing disambut hangat oleh Eka Saprihadi Harahap selaku Manager TI OSS beserta jajaran nya.

“Kami dari ICON+ menyambut dengan sangat antusias kedatangan dari Politeknik Negeri Semarang, terima kasih sudah jauh-jauh dari Semarang, silahkan di gali dan bertanya sebanyak mungkin,” ujar Eka Saprihadi Harahap.

Kunjungan ke ICON+ dimulai dengan agenda ambutan Eka Saprihadi Harahap, serah terima cinderamata dari ICON+ ke Politeknik Negeri Semarang begitupun sebaliknya, presentasi mengenai NOC oleh Fendy Mustofa, Presentasi Contact Center ICON+ oleh Kuwat Adiyanto dan Presentasi tentang Contact Center PLN oleh Guntur Halim.

”Terima kasih sudah menerima kunjungan industri  dari Politeknik Negeri Semarang. Sebagai informasi, walaupun kami tiba di sini (kantor ICON+ gandul) dua jam lebih cepat, namun hal ini tidak menyuruti semangat mahasiswa/i untuk tetap mendengarkan ilmu yang akan di bagikan oleh bapak dan Ibu dari ICON+. Harapan kedepannya, Politeknik Negeri Semarang dan ICON+ menjalin kerja sama melalui kesepakatan yang akan dibuat oleh kedua belah pihak  ”,ujar Sukamto selaku guru pembimbing Politeknik Negeri Semarang.

Di ujung acara, mahasiswa diajak untuk melihat langsung “dapur ICON” yang terdiri dari NOC, Data Center, Contact Center dan VSAT. Site visit ini dilakukan agar mahasiswa dapat melihat secara langsung perangkat apa saja yang selama ini telah mereka pelajari di kampus. Kunjungan industri Politeknik Negeri Semarang ini diakhiri dengan foto bersama.