Semua Berita

ICON+ SBU Balikpapan telah menjadi salah satu bagian dari Generasi milenial, terbukti dengan di era digital seperti sekarang ini, ICON+ SBU Balikpapan memberikan fasilitas wifi gratis ke area – area seluruh Kalimantan demi memenuhi kebutuhan digital. Dengan target yang paling gencar dibidik adalah kaum milenial karena kaum milenial adalah makhluk digital.

Their world is practically all about internet and tech, kaum milenial menghabiskan rata-rata 25 jam per minggu berselancar di dunia maya. Mereka menjelajahi web, blog, dan media sosial, serta saling berbagi, menyukai, hingga mengomentari semua konten yang mereka temukan.

Melalui acara olahraga Basket yang bertajuk “Let’s Go 3 On 3”, pada 19 Juli 2019 s/d 21 Juli 2019 bertempatkan di Balikpapan Plaza, ICON+ SBU Balikpapan tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan Comnetz kepada pengunjung yang datang. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan membuka Booth yang kekinian, sehingga membuat daya tarik untuk para anak muda menghampiri booth ICON+.

ICON+ pun membagikan beberapa souvenir kepada pengunjung yang telah berhasil Log In untuk mengakses Comnetz di area Balikpapan Plaza.

Dihari akhir acara, Walikota Balikpapan mengunjungi booth ICON+ dan memberikan apresiasi atas dukungan dan partisipasi ICON+.

Banyak usaha lainnya yang dilakukan oleh tim ICON+ SBU Balikpapan untuk memperkenalkan Comnetz, seperti mempromosikan melalui sosial media, brosur, dan mengunjungi langsung area yang telah terpasang comnetz, dan aktif mensosialisasikan cara mengakses wifi gratis kepada para pengunjung.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan teknologi komunikasi dan informatika di wilayah belitung Timur, ICON+ mempersembahkan internet desa yang dikenal dengan sebutan ides cafe.

Bertempat di Bumdes Desa Lenggang,Kecamatan Gantung,Belitung Timur, ICON+ menggelar launching ides cafe dengan dihadiri kepala OPD di lingkungan pemerintahan kabupaten Belitung dan Forkomindo serta warga setempat (10/7)

Tak hanya ides cafe, ICON+ turut mempersembahkan portal website untuk Desa Lenggang yang dapat dimanfaatkan sebagai media promosi potensi daerah sehingga dapat menarik perhatian wisatawan maupun para investor.

Program internet rakyat yang dipersembahkan ICON+ kepada pemerintah daerah ini juga sejalan dengan program desa berlistrik dan berinternet yang diusung oleh PT PLN Persero.

Sebagai anak perusahaan PLN yang berkontribusi besar terhadap digitalisasi proses bisnis PLN, ICON+ tak urung mempersembahkan konektivitas terbaik kepada masyarakat di lokasi ides cafe berdiri.

Direktur Keuangan dan SDM ICON+, Kuswowo dalam sambutannya berharap kehadiran ides cafe di Belitung Timur dapat dimanfaatkan secara optimal oleh komunitas lokal, baik kelompok tani maupun UMKM,  anak-anak didik serta pemerintah setempat.

“Dengan ides cafe, para pengusaha dapat memperluas pasarnya.  Pegawai negeri dan jajaran pemerintah dapat mempromosikan potensi lokal dan murid-murid dapat membuka cakrawala”

Sementara itu Bupati Belitung Timur, Yuhsi Ihza dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada ICON+ yang telah menjadi mitra Pemda dalam memberikan jaringan komunikasi ke kecamatan sampai ke desa-desa serta mensupport kominfo dalam memfasilitasi daerah menggunakan sistem pemerintahan berbasis teknologi.

“Saya berharap dengan kerjasama yang terjalin antara Belitung Timur dan ICON+ dapat menjadikan Desa Lenggang sebagai percontohan desa internet yang maju dan modern mengikuti era digitalisasi dan globalisasi bagi desa-desa di provinsi Bangka Belitung” ucapnya.

Dalam kesempatan kali ini,  PT PLN Persero selaku induk perusahaan ICON+ juga turut memberikan kado istimewa bagi 35 warga Belitung Timur yang rumahnya belum dialiri listrik dengan memberikan listrik gratis beserta satu paket sembako.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Joko Nurastanto selalu manager PLN UP3 Belitung.

“Mudah-mudahan listrik dan internet gratis menjadi kontribusi kami (PLN Grup)  dalam membangun Belitung Timur, negeri Laskar Pelangi” tutupnya.

Launching ides cafe ditandai dengan penekanan tombol peresmian oleh Bupati Belitung Timur didampingi ICON+, Kominfo serta PLN.

Pada kesempatan kali ini, ICON+ juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Universitas Terbuka terkait Pembelajaran Jarak Jauh.

PLT Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT Indonesia Comnets Plus, Kuswowo dan Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perusahaan Umum (Perum) Pembangunan Peruhaman Nasional, Galih Prahananto baru saja menandatangani surat kesepakatan kerjasama pada hari selasa (9/7). Kerjasama ini dalam rangka meningkatkan pengembangan sistem informasi dan telekomunikasi yang ada pada Perumnas.

Penandatanganan yang berlangsung di Jakarta ini akan membuka kerja sama antara ICON+ dan Perumnas berupa Open access di lokasi Transit oriented Development (TOD) perumnas yaitu TOD Tanjung Barat, TOD Pondok Cina, TOD Rawabuntu, Aparment, dan kawasan landed yang dimiliki oleh Perumnas. TOD merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti Busway, MRT, LRT, serta dilengkapi jaringan pejalan kaki/sepeda. Lokasi perumahan TOD nantinya akan tersedia layanan Internet, CCTV, Smarthome, Billing System, Airliss, Comnetz dan layanan ICON+ lainnya.

Selain karena sama sama perusahaan BUMN, Perumnas memilih bekerja sama dengan ICON+ karena ICON+ dianggap telah memiliki infrastruktur yang lengkap dan coverage fiber optic yang luas (national wide). ICON+ sangat mengapresiasi kerjasama ini karena Perumnas merupakan pelanggan potensial bagi ICON+.

Dalam waktu dekat Perumnas telah memberi kepercayaan kepada ICON+ untuk memberi fasilitas akses di Apartmen yang sudah siap yaitu  Sukaramai Medan dengan total unit 1635 dan saat ini ocupansi nya -/+ 300 homepass.

Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) sendiri adalah BUMN yang bergerak di bidang perumahan dan permukiman. Perusahaan yang didirikan pada 18 Juli 1974 ini telah melaksanakan pembangunan perumahan dan permukiman lebih kurang 400 lokasi di Indonesia dengan total 500.000 unit rumah. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat terjalin hubungan yang baik dan saling menguntungkan antara Perumnas dan ICON+

Sebagai bentuk kesungguhan dalam menciptakan suatu proses Hubungan Industrial yang baik, ICON+ mengadakan program Sharing Session terkait Pengelolaan Hubungan Industrial bersama dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (2/7)

Pelaksanaan Sharing Session yang digelar di Gedung Manhattan Square, Jakarta Selatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Tim LKS Bipartit ICON+, Serikat Pekerja, pihak kebijakan SDM ICON+ serta perwakilan dari Pengelola Hubungan Industrial di PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Kedua Perusahaan bertukar ide tentang tatacara menyelenggarakan suatu hubungan komunikasi yang baik dan tepat sasaran antara pihak manajerial perusahaan dengan pegawai perusahaan agar dapat tercipta suatu Pengelolaan Hubungan Industrial yang ideal.

Tak hanya itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menampilkan aplikasi pegawai yang dapat mengakomodir segala kebutuhan komunikasi antara pegawai dengan pihak SDM perusahaan.

Sebagai salah satu dari anak perusahaan PLN yang bergerak dalam bisnis digital, maka diharapkan ICON+ dapat menjadi perusahaan yang mampu melaksanakan digitalisasi dalam Pengelolaan Hubungan Industrialnya.

Dengan terus diselenggarakannya Sharing Session bersama dengan perusahaan besar lain di Indonesia diharapkan ICON+ dapat terus melakukan pembenahan dalam Pengelolaan Hubungan Industrial agar segala proses Hubungan Industrial di ICON+ dapat berjalan sesuai harapan.

Dalam kesempatan tersebut para pihak terkait setuju bahwa dengan Pengelolaan Hubungan Industrial yang baik dapat memberikan pengaruh positif dalam memaksimalkan potensi insani dari setiap pegawai yang berada di ruang lingkup perusahaan.

PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur bersinergi dengan PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) (anak perusahaan PLN) dengan melakukan joint planning session forum) tanggal 26 Juni 2019 di Kantor PLN UIW NTT.

Acara yang bertajuk “The Power of Sinergy Implementation (JPS) PLN UIW NTT & ICON+ , General Manager PLN UIW NTT Ignatius Rendroyoko mengatakan, “Pertemuan ini diagendakan kerjasama dengan ICON+ untuk mendukung PLN NTT dalam membangun sistem teknologi informasi dan telekomunikasi yang akan memungkinkan PLN NTT mencapai performa terbaik.” Ungkapnya

Pertumbuhan teknologi dan perubahan dinamis pada lingkungan kerja di saat ini dan kedepan membuat perusahaan harus beradaptasi untuk bertahan, lanjutnya. “Dalam menjalankan bisnis kelistrikan, PLN NTT masih membangun sistem, mengembangkan pasar, melakukan operasi dan pemeliharaan, dan melayani pelanggan listrik yang akan berdampak langsung pada perkembangan ekonomi regional di NTT. PLN juga tetap harus melakukan efisiensi, memanfaatkan asset, memaksimalkan otomatisasi untuk kecepatan dan keakuratan pelayanan, dan terus menjalankan sistem yang memprovide akurasi dalam hal finansial dan administrasi, serta melihat peluang untuk keuntungan kedua belah pihak bersinergi dalam PLN Group”tambahnya

PLN juga harus beradaptasi mengikuti tantangan global dunia melalui kolaborasi dan sharing dalam pengelolaan sistem aplikasi dan Big Data yang dimiliki, sudah saatnya PLN juga turut mendurkung perusahaan BUMN logistic dan Perdagangan saling bersinergi untuk melakukan program pembenahan dan penyeragaman data logistic melalui system digital yang dimiliki ICON+ sehingga dapat terukur dan termonitor guna memberikan efisiensi dan optimalisasi kegiatan operasional perusahaan. Saya yakin ICON+ bisa membantu kita semua untuk mewujudkan hal tersebut” ujarnya

Sementara itu PLT Direktur Solusi dan Operasional Pemeliharaan Ketenagalistrikan, Ardian Cholid dalam sambutannya menyampaikan bahwa ICON+ sebagai penyedia infrastruktur dan aplikasi IT di lingkungan PT PLN (Persero) siap dan sangat mendukung kerja sama di bidang telekomunikasi dan IT dengan pemanfaatan dan monetisasi aset kabel Fiber Optic (FO) di PLN UIW NTT yaitu disepanjang daratan Pulau Timor dan Flores.

Dalam agenda JPS tersebut, ICON+ menyampaikan informasi tentang Jaringan dan Layanan untuk PLN UIW NTT berupa : Wifi Acces Point, Video Conference (i-VIP), CCTV/i-see (smart CCTV), IP Telephoni, Manage Service PC dan Laptop, dan Command Center. Saat ini, kerja sama yang telah dilakukan oleh PLN UIW NTT dengan ICON+ berupa layanan internet, IPVPN, VSAT, Metronet, dan Vicon.

Dalam acara FGD, masing-masing Senior Manager, Manager UP3 dan Manager sub bidang di PLN menyampaikan permasalahan/kendala yang terjadi dalam proses bisnisnya serta kebutuhan yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dalam kaitannya dengan digitalisasi system yang dimiliki saat ini.

Dipenghujung acara dilakukan penandatanganan MoU dan Komitmen Pembahasan JPS antara lain: Inisiatif serah terima operasi aset FO PLN UIW NTT ke ICON+, Kebutuhan pengelolaan SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) / sistem komputerisasi dan sistem komunikasi terintegrasi berfungsi melakukan pengawasan, pengendalian serta akuisisi data dari peralatan proses secara real time dari jarak jauh seperti di sistem Timor dan Sistem Flores, Kebutuhan untuk Energy Mangement System (EMS) dan monitoring pembangkit, Layanan PABX/Telicon antar-GI, Command Center APKT CCTV instalasi gedung, dan Implemetasi meter two ways : ICON+ akan menyiapkan komunikasi data dan ini semua agar sistem di NTT lebih mudah, effisien dan handal dalam melayani masyarakat NTT.

Melalui Perusahaan Daerah (PD) Prodexim, Pemprov Sumsel segera merealisasikan fasilitas internet masuk desa yang menjadi program pro rakyat dari pasangan Gubernur Sumsel dan Wakil Gubernur Sumsel Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY).

Hal itu diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru saat menerima audiensi jajaran Direksi PT Indonesia Comnets Plus (ICON+), di ruang rapat Gubernur, Rabu (26/6) siang.

Dikatakannya sejak maju pada Pilgub 2018 lalu, ia sudah punya target sendiri di luar Diskominfo untuk menyediakan fasilitas internet masuk desa bagi seluruh masyarakat. Karena itu ia langsung menyatakan ketertarikannya untuk melakukan percepatan kerjasama dengan ICON+ yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang diklaim dapat menyediakan jaringan hingga ke pelosok Sumsel.

“Intinya ICON+ sudah punya jaringan (hingga ke pelosok) tersendiri kan. Sama jaringan listrik PLN. Nah artinya ini sesuai dengan target saya dan kita siap bekerjasama. Tolong catat itu poin pentingnya” tegas Gubernur.

Selain berorientasi pada profit, kerjasama ini juga diharapkan memberikan benefit bagi Pemprov Sumsel karena bisa merealisasikan internet masuk desa secepatnya. Minimal internet di pusat-pusat pelayanan publik seperti pasar, sekolah dan lainnya.

“Pada pertemuan selanjutnya saya ingin kita segera membahas apa yang akan kita kerjakan. Boleh orientasinya profit tapi jangan pure bisnis harus ada sisi sosialnya” tambah Herman Deru.

Direktur Bisnis Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto, menghadiri sekaligus meresmikan Implementasi Enterprise Asset Management (EAM) Modul Asset Register dan Health Index pada acara seremoni Implementasi EAM di Gedung Aula Kantor PT PLN UP3 Banda Aceh. Dalam acara ini pula, turut diresmikan gedung Aceh Comand Center (ACC) dan Distribution Comand Center (DCC), sebagai pusat control pendistribusian listrik di seluruh wilayah kerja PT PLN   (Persero) Regional Sumatera (25/6).
Tujuan implementasi EAM adalah untuk memonitor kinerja aset, evaluasi  kinerja vendor terkait pemeliharaan, proses bisnis yang terintergrasi dengan sistem informasi, informasi bagi manajemen untuk pengambilan keputusan yang akurat dan cepat, mekanisme kontrol dan monitoring sistem pemeliharaan yang lebih baik dan terukur.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras kawan-kawan dalam menyelesaikan inventarisasi asset distribusi kedalam aplikasi sehingga pelaksanaan go live EAM ini dapat terlaksana tepat waktu. Inti dari implementasi EAM ini ialah sebagai pendukung AP2T dan APKT untuk meningkatkan efisiensi kerja perusahaan dan memudahkan manajemen untuk memonitoring aset serta memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan layanan kepada pelanggan,” ujar Wiluyo. Selain itu, Wiluyo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Indonesia Comnets Plus (Icon+) selaku pengembang aplikasi yang juga bekerja keras untuk mengimplementasikan EAM Distribusi di seluruh wilayah kerja PT PLN (Persero) yang ada di Indonesia.

Acara juga dihadiri oleh General Manager PLN UIW Aceh Jefri Rosiadi, Vice President Pengembangan Aplikasi TI PLN Fatkul Mubin, Vice President Transmisi dan Distribusi PLN Dispriansyah, General Manager SBU STIK PT. Indonesia Comnets Plus (Icon+) Ajat Munajat.

Menurut General Manager PLN UIW Aceh, Jefri Rosiadi, Implementasi EAM Distribusi ini adalah realiasi dari harapan untuk mewujudkan Visi dan Misi PLN sebagai perusahaan yang Good Coorporate Governance untuk menjalankan kegiatan bisnis perusahaan dalam rangka menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan, dan meningkatkan nilai perusahaan.

Diharapkan dengan dilakukannya Go Live Implementasi EAM Distrubusi Modul Asset Register dan Modul Health Index di PLN Regional Sumatera,  menjadi upaya percepatan PT PLN (Persero) dalam upaya mengelola asset yang dimiliki menjadi lebih efektif dan efisien.

ICONers mendapatkan kesempatan berharga pada kegiatan Knowledge Sharing Forum (KSF) yang diselenggarakan di Aula ICON+ Mampang, Senin (24/6) lalu. KSF kali ini menghadirkan Co-Founder dan President Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid.

Dalam kesempatan tersebut Fajrin Rasyid membeberkan berbagai hal penting mengenai Bukalapak, mulai dari kultur bekerja, tata nilai, pengelolaan SDM, hingga ke persoalan-persoalan teknis.

ICONers pun tampak antusias mendengarkan. Nyaris seluruh ICONers yang memenuhi seluruh kursi yang tersedia, tak beranjak hingga akhir acara. Demikian pula ICONers-ICONers di berbagai SBU Regional yang juga mengikuti acara melalui fasilitas video conference (Vi-Con).

KSF kali ini mengambil tema “Sharing Innovation in Digital Era”. Sesuai dengan tema tersebut, Fajrin Rasyid menyampaikan berbagai inovasi yang telah ditempuh oleh Bukalapak dan juga bagaimana Bukalapak membangun iklim kerja yang memberikan keleluasaan bagi para pegawainya sehingga dapat berkreasi secara optimal.

Seperti diketahui, saat ini Bukalapak tercatat sebagai salah satu unicorn di Indonesia. Banyak penghargaan, baik dalam skala nasional maupun internasional, yang telah diraih oleh Bukalapak. Terakhir, situs e-commerce ini berhasil memboyong gelar “Best Companies to Work for In Asia 2019” dari HR Asia.

Bukalapak menjadi satu-satunya perusahaan e-commerce di Indonesia yang meraih penghargaan tersebut. Oleh dewan juri, Bukalapak dinilai memiliki tingkat employee engagement dan workplace cultures yang amat baik.

Menurut Fajrin Rasyid, keberhasilan Bukalapak dalam menciptakan tempat kerja yang merangsang kreativitas dan inovasi tidak terlepas dari lima nilai utama perusahaan yang melandasi budaya kerja Bukalapak. “Kami memiliki lima nilai penting, yakni Go the Extra Mile, Customer Obsessed, Speak Up!, Gotong Royong, dan Try, Fail, and Try Again,” ucap Fajrin Rasyid.

Kepada para karyawan, Fajrin Rasyid menambahkan, Bukalapak juga terus menanamkan bahwa seluruh yang mereka lakukan merupakan hal bermakna yang membantu banyak orang.

“Kami sering mendengar kisah bagaimana UKM-UKM di Indonesia menjadi terbantu pemasarannya dengan adanya Bukalapak. Baru-baru ini misalnya, kami mendapat ucapan terima kasih dari salah satu pelapak di Bukalapak. Karena bisnisnya di Bukalapak, dia bisa memberangkatkan keluarganya untuk umrah bersama-sama. Ini kebahagiaan buat Bukalapak,” ujar Fajrin Rasyid.

Fajrin Rasyid menambahkan, sebagai tempat bekerja yang didominasi oleh kalangan milenial, hal-hal semacam itu akan menambah semangat bekerja. “Seperti kita ketahui, salah satu karakter milenial adalah haus akan makna,” imbuhnya.

Acara KSF kali ini juga dihadiri oleh Plt. Direktur SDM dan Keuangan ICON+ Kuswowo. Dalam sambutannya, Kuswowo menantang ICONers untuk dapat menarik pelajaran dari perjalanan Bukalapak dan menumbuhkan semangat inovatif.[]

Kamis (20/6), ICON+ menggelar soft launching produk dan layanan terbarunya, Community of Netizen (Comnetz). Acara dihelat di Aula Kantor ICON+ Mampang, Jakarta, dan dihadiri oleh jajaran manajemen ICON+.

Selain peluncuran, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan sosialisasi kepada sepuluh perwakilan SBU Regional ICON+ dari berbagai wilayah di Tanah Air, yang merupakan perwakilan fungsi teknis operasional, penjualan, dan sales support.

PH Plt. Manager Portfolio ICON+ Boyke Muhammad Noor mengatakan, kehadiran Comnetz akan menambah lini bisnis baru bagi ICON+. Ia menambahkan, Comnetz telah dikembangkan sejak 2018 lalu. Sampai hari ini produk ini telah melalui sejumlah fase, mulai dari pengembangan, validasi, hingga survei ke sejumlah pelanggan.

Comnetz, lanjut Boyke, memang bukan produk konvensional yang selama ini dikenal. “Untuk itu rekan-rekan ICONers harus mulai open mind. Dari produk Comnetz ini nantinya akan banyak lahir produk-produk digital,” ucapnya. Boyke juga berharap rekan-rekan ICONers yang memiliki kompetensi di bidang produk digital untuk bergabung dan memberikan kontribusi terbaiknya.

“Produk ini dikembangkan oleh Inkubis, tapi produk ini milik ICON+. Jadi produk ini milik kita semua dan kita berharap ke depannya Comnetz ini bisa dikembangkan menjadi sebuah platform yang bisa mendatangkan berbagai peluang baru bagi bisnis ICON+ di masa mendatang,” jelas Boyke.

Ari Triwibowo, Koordinator Manajemen Portfolio Inkubator Bisnis mengatakan, Comnetz bisa menjadi salah satu produk wifi publik yang mampu memberikan akses gratis di mana saja. Dengan kekuatan ICON+ yang memiliki row dengan PLN terkait tiang PLN, bisa menjadi salah satu investasi untuk menjadikan produk Comnetz berkembang dan dikenal oleh semua orang.

“Yang kita harapkan dari acara soft launching dan sosialisasi ini, teman teman  SBU sudah mulai bisa melakukan proses pemasaran dan proses menawarkan baik itu Comnetz Infra maupun Comnetz Ads Servis. Ke depan kita juga akan melakukan sosialisasi ke rekan-rekan operasi lebih detail lagi tentang bagaimana penggunaan platformnya, bagaimana controlling, proses pemiliharaan, hingga proses konfigurasi,” tambah Ari.[]

Dalam rangka  Pengadaan Kabel Fiber Optik Long span dan Jasa penarikan Segmen Bungus- Indarung dengan ini kami mengundang penyedia Barang dan/ atau Jasa untuk mengikuti prakualifikasi dengan ketentuan sbb: (klik di sini untuk pengumuman)

Prasyarat Peserta Pascakualifikasi:

  1. Calon Penyedia barang/ jasa merupakan perusahaan yang keberadaaanya atau pendiriannya bersifat resmi dan diakui oleh NKRI dibuktikan dengan SIUP/ SITU/ IUT Menengah atau Besar.
  2. Calon Penyedia barang/ jasa merupakan pabrikan kabel berpengalaman memproduksi kabel fiber optik ADSS Longspan 3 tahun terakhir yang memiliki dukungan dari perusahaan jasa penarikan kabel berpengalaman dan atau memiliki team instalasi FO pada SUTT jaringan Transmisi PLN.
  3. Calon penyedia barang/jasa merupakan distributor resmi, perusahaan jasa penarikan kabel berpengalaman dan atau memiliki team instalasi FO pada SUTT jaringan transmisi PLN yang memiliki dukungan dari pabrikan kabel berpengalaman memproduksi kabel fiber optik ADSS Longspan 3 tahun terakhir.

Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen:

Bagi para calon perserta Prakualifikasi yang memenuhi prasyarat butir 1 di atas dapat mendaftar pada:

Hari/ Tanggal              : Kamis – Jumat, 13/06/2019 – 14/06/2019 dan Senin 17 Juni 2019

Pukul                             : 10.00 – 15.30 WIB.

Alamat Pendaftaran     : Datang langsung ke PT. Indonesia Comnets Plus

Jl. Mayjend Sutoyo no. 1, Kawasan PLN GI Cawang,

Jakarta Timur.

                                      (Harap membawa Flash Disk – Dokumen diberikan dalam bentuk Softcopy)

Jadwal Aanwizing:

Bagi perserta yang melakukan pendaftaran dan pengambilan dokumen, selanjutnya akan diberikan informasi melalui email untuk jadwal aanwizing/ penjelasan RKS.

Pengumuman Lelang dan dokumen prakualifikasi ini terdapat juga pada website http://www.iconpln.co.id/ pada menu e-proc.

Segala bentuk pertanyaan terkait dengan lelang ini dapat disampaikan melalui email pada alamat  ria.olivia@iconpln.co.id

Demikian Pengumuman Lelang ini kami sampaikan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terimakasih.

PT Indonesia Comnets Plus